Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 09:50 WIB

Keto vs Intermittent Fasting: Memahami Perbedaan Dua Tren Diet Populer

Author

Generated by Journalist AI

urbanstory.id – Diet Keto dan Intermittent Fasting menjadi tren diet yang banyak diperbincangkan saat ini dengan tujuan yang sama, yakni menurunkan berat badan. Meskipun keduanya memiliki fokus pada pola makan, metode dan prinsip yang digunakan sangat berbeda.

Diet Keto berfokus pada pengurangan asupan karbohidrat, sementara Intermittent Fasting menekankan pada waktu makan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang masing-masing metode diet ini.

Pengertian dan Prinsip Dasar

Diet Keto, atau ketogenic diet, menetapkan asupan karbohidrat yang sangat rendah, biasanya di bawah 50 gram per hari. Dengan pendekatan ini, tubuh akan mulai membakar lemak untuk menjadi energi, menghasilkan keton yang menjadi sumber utama bagi sel-sel tubuh.

Sebaliknya, Intermittent Fasting (IF) bukanlah tentang jenis makanan yang dikonsumsi, melainkan tentang kapan makanan itu dimakan. IF mengatur siklus antara periode puasa dan makan, dan dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti puasa 16 jam diikuti dengan makan dalam jendela waktu 8 jam (16/8).

Mekanisme dan Pengaruh terhadap Tubuh

Ketika seseorang mengikuti diet Keto, terjadi perubahan besar dalam cara tubuh mengolah karbohidrat dan lemak. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan berat badan yang signifikan, meskipun tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi ketosis.

Di sisi lain, dengan Intermittent Fasting, tubuh memanfaatkan berbagai proses biokimia yang aktif saat puasa, seperti perbaikan sel dan penggunaan lemak sebagai sumber energi. Penelitian menunjukkan bahwa IF dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko penyakit metabolik.

Keuntungan dan Kerugian

Diet Keto menawarkan keuntungan dalam hal penurunan lemak yang cepat dan mengurangi rasa lapar. Namun, beberapa individu mungkin menghadapi efek samping seperti ‘keto flu’ saat awal menjalani diet ini.

Di sisi lain, Intermittent Fasting memberikan fleksibilitas yang lebih besar sesuai dengan gaya hidup, tanpa pengaturan makanan yang terlalu ketat. Namun, bagi sebagian orang yang terbiasa makan secara teratur, menjalani puasa bisa terasa cukup menantang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU