Satu santri di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dilaporkan meninggal dunia diduga terinfeksi cacar monyet. Kejadian ini melibatkan empat santri lainnya, di mana dua di antaranya masih dalam pemantauan medis.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengonfirmasi bahwa santri tersebut menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Meranti.
Kasus Cacar Monyet di Pesantren
Seorang santri di pesantren Selatpanjang menunjukkan gejala cacar monyet sebelum meninggal pada Jumat (19/9/2025) lalu.
Ade Suhartian menjelaskan bahwa gejala yang dialami korban termasuk ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening. Dua pasien lainnya yang juga menunjukkan gejala serupa kini berstatus sebagai suspek dan masih dalam pengawasan.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, membenarkan adanya empat santri yang terinfeksi cacar monyet. Dari empat santri tersebut, satu sudah meninggal dunia, satu lainnya masih dirawat di rumah sakit, sementara dua santri lainnya sudah dipulangkan.
Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Asmar mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah Meranti untuk mengambil langkah penanganan yang tepat. Jika perlu, pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke Pekanbaru.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menjaga kebersihan serta memeriksakan diri jika mengalami gejala demam, ruam, atau pembengkakan kelenjar.
Langkah-langkah Pencegahan
Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti sudah mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah penyebaran cacar monyet. Salah satunya dengan melakukan surveilans dan penyuluhan kesehatan di sekitar pesantren.
Vaksinasi juga dilakukan di lokasi strategis untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap infeksi. Pentingnya kebersihan dan kesehatan pribadi menjadi titik fokus dalam upaya pencegahan.
Masyarakat diminta untuk melaporkan gejala mencurigakan kepada petugas kesehatan, guna mempercepat penanganan dan mengurangi risiko penyebaran.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: