Senin, 13 OKTOBER 2025 • 13:17 WIB

Ancaman Eutanasia Terhadap Paus Beluga di Marineland, Kanada

Author

Ancaman Eutanasia Terhadap Paus Beluga di Marineland, Kanada

Sebanyak 30 paus beluga di taman margasatwa laut Marineland, Kanada, menghadapi ancaman suntik mati akibat kekurangan dana untuk perawatan. Pihak taman mengungkapkan, tanpa dukungan pemerintah sebelum batas waktu yang ditentukan, keputusan ini terpaksa diambil.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Dalam surat tertanggal 3 Oktober yang dipublikasikan oleh The Guardian, Marineland menyatakan bahwa kondisi keuangannya sangat kritis dan meminta dukungan dari pemerintah untuk mencegah eutanasia.

Kondisi Keuangan Marineland dan Ancaman Eutanasia

Marineland mengakui dalam suratnya bahwa kekurangan dana telah memicu ancaman meiutanasia terhadap paus beluga. 'Jika pemerintah tidak memberikan pendanaan atau izin ekspor sebelum 7 Oktober, kami akan menghadapi keputusan yang menghancurkan: eutanasia terhadap populasi paus beluga kami,' ungkap pihak taman.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di antara aktivis perlindungan hewan dan masyarakat, yang menilai keputusan tersebut sebagai langkah putus asa dari pesta taman. Marineland selama ini dikenal sebagai tempat wisata, namun krisis keuangan yang melanda telah mendorong tindakan ekstrem ini.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh

Penolakan Izin Ekspor dan Tanggapan Pemerintah

Menteri Perikanan Kanada, Joanne Thompson, menolak permohonan izin ekspor paus beluga yang diajukan oleh Marineland. Dalam sebuah pernyataan, Thompson mengatakan, 'Saya tidak bisa, dengan hati nurani, menyetujui ekspor yang akan melanggengkan perlakuan seperti yang dialami paus-paus itu.'

Keputusan menteri tersebut menambah beban Kasino Marineland, yang kini terpaksa mencari alternatif lain untuk membiayai perawatan paus-pausnya. Penolakan tersebut menjadi sorotan, mengingat dampak yang ditimbulkan terhadap populasi paus beluga yang kini terancam.

Respons dari Kelompok Aktivis dan Masa Depan Paus Beluga

Kelompok pemerhati hak hewan menganggap ancaman eutanasia ini sebagai taktik tekanan untuk memaksa pemerintah memberikan dukungan. Camille Labchuk, Direktur Eksekutif Animal Justice, mengungkapkan, 'Marineland telah puluhan tahun mendapat untung dari memelihara paus dalam tangki sempit.'

Namun, pihak Marineland membantah tuduhan yang dilontarkan oleh kelompok aktivis. Mereka menyatakan bahwa perawatan yang diberikan kepada paus-paus yang mereka pelihara adalah 'lebih baik dari manusia di mana pun,' menegaskan komitmen mereka meskipun kondisi keuangan yang sulit.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU