Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 04:45 WIB

Tragedi Bunuh Diri di Universitas Udayana: Pengaruh Perundungan Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa

Author

Tragedi Bunuh Diri di Universitas Udayana: Pengaruh Perundungan Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa

Sebuah kejadian memilukan terjadi di Universitas Udayana (Unud), Bali, ketika seorang mahasiswa bernama Timothy Anugerah Saputra ditemukan meninggal dunia akibat dugaan bunuh diri pada Rabu (15/10/2025). Dugaan tersebut berkaitan dengan tekanan psikologis yang dialaminya, dipicu oleh tindakan perundungan dari rekan-rekannya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Kejadian ini telah memicu gelombang simpati dan kemarahan di kalangan publik, serta membawa perhatian lebih kepada isu kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi.

Dugaan Perundungan yang Berujung Tragis

Kabar duka mengenai Timothy mulai menarik perhatian luas ketika tangkapan layar di grup WhatsApp menunjukkan bagaimana dia menjadi sasaran ejekan dari teman-temannya. Hal ini menegaskan betapa seriusnya dampak perundungan di kalangan mahasiswa.

Setelah insiden tersebut, komentar di media sosial mengungkapkan kecemasan mengenai kesehatan mental Timothy, dengan banyak yang mengonfirmasi bahwa ia kerap menyakiti diri sendiri saat frustrasi. Pengakuan dari seorang petugas kebersihan menegaskan, 'Timothy kerap menyakiti diri sendiri dan membenturkan kepala ke tembok saat frustrasi,' yang diambil dari akun Instagram @folkshiff.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa tekanan yang dialami korban bukanlah hal baru. Dugaan perundungan ini telah berlangsung cukup lama dan berdampak negatif terhadap mentalannya.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word

Respons Universitas dan Sanksi kepada Pelaku

Menanggapi insiden tragis ini, pihak Universitas Udayana merilis pernyataan duka cita dan mengonfirmasi bahwa sanksi akademik telah diambil terhadap enam mahasiswa yang terlibat dalam perundungan tersebut. Rektor Unud, bersama dengan civitas akademika, menyatakan, 'Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.'

Meskipun ada sanksi yang dijatuhkan, warganet menilai tindakan tersebut masih dianggap kurang tegas. Beberapa mahasiswa hanya mendapatkan nilai D dan perhatian terhadap tindakan lebih lanjut dari universitas belum diambil.

Kondisi ini mencerminkan perlunya langkah yang lebih signifikan dalam menangani kasus perundungan di lingkungan pendidikan tinggi, serta pentingnya respons yang lebih tajam terhadap isu kesehatan mental.

Penyelidikan Lanjutan dan Peraturan yang Mengaturnya

Kasus bunuh diri Timothy kini sedang dalam proses pendalaman oleh pihak Universitas Udayana dan otoritas pendidikan terkait. Proses ini merujuk pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang mengatur tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Diharapkan dengan langkah ini, akan ada kejelasan lebih lanjut mengenai perundungan yang terjadi serta upaya pencegahan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Tindakan ini sekaligus memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental mahasiswa.

Diskusi mengenai perundungan di perguruan tinggi juga diharapkan semakin terbuka. Kasus ini menjadi titik tolak bagi banyak individu untuk berbicara tentang isu-isu yang selama ini dianggap tabu.

Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU