Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Jakarta untuk melindungi diri dari paparan mikroplastik yang terdeteksi dalam air hujan. Ia menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama setelah hujan.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Imbauan ini meningkat dalam pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di mana fokus pembicaraan adalah tentang perlunya mengurangi sumber polusi mikroplastik di kawasan perkotaan.
Pentingnya Menggunakan Masker
Dalam pernyataannya, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mikroplastik yang berada di air hujan dapat terpapar pada manusia saat beraktivitas di luar. Ia menegaskan, 'Jadi memang, plastik ini kalau masuk ke dalam kan akan stay lama. Imbauan saya buat masyarakat, ya kalau bisa, yang paling aman melindunginya pakai masker kalau hujan di luar.'
Budi juga menggarisbawahi bahwa pencegahan bukan hanya tanggung jawab individu. Ia mengatakan, 'Mungkin pencegahan lainnya yang paling bagus memang di hulunya. Tapi memang kita mesti mengurangi sumber polusi dari mikroplastik ini.'
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Respons Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait peningkatan mikroplastik. Ia menyatakan, 'Kita tentunya seperti yang disampaikan Pak Menteri Kesehatan, kami segera untuk hal yang berkaitan dengan plastik, terus terang untuk PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan sebagainya akan segera kita realisasikan.'
Menurut Pramono, pencegahan mandiri juga sangat krusial. Ia menekankan, 'Tapi saya setuju bahwa memang untuk pencegahan di awal, ya masyarakat harus prepare untuk menggunakan masker.'
Penemuan Mikroplastik dalam Air Hujan
Penelitian yang dilakukan oleh BRIN menunjukkan adanya peningkatan mikroplastik yang signifikan di Jakarta, khususnya di Muara Angke. Profesor Riset BRIN, Muhammad Reza Cordova, menyatakan, 'Sebenarnya dulu sudah pernah kami informasikan, kami melakukan kajian mikroplastik di Muara Angke di titik yang sama itu meningkat lima kali lipat dari tahun 2015 ke 2022.'
Temuan ini menunjukkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik yang berbahaya, berasal dari aktivitas manusia. Salah satu penyebab utama meningkatnya mikroplastik adalah kebiasaan open dumping dalam pengelolaan sampah di Ibu Kota.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: