Jumlah korban dari uji coba pabrik pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara meningkat menjadi 23 anak yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan mata.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Ketua RT setempat menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada tindakan dari pemerintah daerah untuk menanggapi situasi yang berpotensi merugikan kesehatan warga.
Akibat Kesehatan di Cakung
Wahyu Andre, Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur, melaporkan bahwa jumlah anak yang terdampak terus bertambah. 'Terus bertambah jika minggu lalu 20 anak, saat ini sudah tambah jadi 23 anak yang terdampak,' ujarnya.
Ia berpendapat bahwa keberadaan pabrik RDF Rorotan adalah penyebab utama permasalahan kesehatan ini. Polusi udara atau kontaminasi yang berasal dari pabrik tersebut diduga memengaruhi kesehatan anak-anak di lingkungan sekitar, memicu ISPA dan gangguan mata.
Andre mempertanyakan tanggung jawab pemerintah, menyatakan, 'Di mana tanggung jawab pemerintah daerah, tanggung jawab RDF, atas jatuhnya korban warga yang sakit?'
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Kurangnya Respons dari Pemerintah
Warga setempat telah mengajukan surat audiensi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, namun hingga kini belum ada tanggapan dari pihak gubernur. Andre mengungkapkan kekecewaan, mengatakan, 'Belum ada kabar sama sekali, mungkin dianggap belum jadi prioritas utama.'
Frustrasi warga semakin meningkat karena tidak adanya kejelasan dari pemerintah untuk menangani isu kesehatan ini. 'Mungkin dianggap biasa warga sakit ISPA dan sakit mata,' tambahnya, menyoroti bahwa sikap ini semestinya tidak dapat diabaikan.
Tanpa adanya upaya nyata untuk pengobatan atau kompensasi, warga merasa diabaikan dan terpinggirkan, pergolakan batin mereka terlihat jelas.
Rencana Pertemuan Gubernur dengan Warga
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah mengonfirmasi niatnya untuk menemui masyarakat yang terdampak dan membahas pengoperasian RDF Plant Rorotan. 'Dalam waktu dekat saya akan ke lapangan, dan saya juga akan menerima warga yang mengeluh tentang RDF Rorotan,' ungkapnya.
Pramono menekankan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait fasilitas pabrik, tetapi juga mencakup permasalahan pengangkutan dan jenis sampah yang diolah. 'Permasalahannya bukan di RDF-nya, karena sebenarnya kita sudah commissioning sampai dengan 1.000-1.200,' jelas Pramono.
Harapan mulai muncul di kalangan warga bahwa solusi yang lebih efisien dapat ditemukan melalui komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat.
Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: