Quarter life crisis adalah fase yang sering dialami oleh individu berusia 20-an, di mana mereka merasa terjebak antara harapan dan realita di kehidupan yang sebenarnya.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Nyaman dan Menyenangkan
Perasaan kehilangan arah ini melibatkan kebingungan mengenai karir dan hubungan, namun ada cara untuk menghadapinya dan menghindari drama yang berkepanjangan.
Apa itu Quarter Life Crisis?
Quarter life crisis adalah istilah yang menggambarkan periode ketidakpastian yang dialami oleh orang-orang muda, biasanya di akhir 20-an hingga awal 30-an.
Saat memasuki fase ini, banyak yang mulai mempertanyakan tujuan hidup, karir, dan hubungan mereka.
Satu penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% orang berusia 25-30 tahun mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi.
Hal ini bisa disebabkan oleh ekspektasi sosial yang tinggi yang harus dipenuhi seiring bertambahnya usia.
Tanda-Tanda Quarter Life Crisis
Ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan bahwa seseorang berada dalam fase quarter life crisis.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan
Salah satunya adalah merasa kehilangan motivasi untuk mencapai tujuan yang sebelumnya diidamkan.
Perasaan bingung dalam memilih karir sering muncul, membuat banyak orang terjebak di pekerjaan yang tidak memuaskan.
Relasi sosial juga bisa terpengaruh, di mana individu merasa terasing dari teman-teman yang sudah memiliki komitmen atau pencapaian lebih baik.
Cara Mengatasi Quarter Life Crisis
Salah satu cara efektif untuk mengatasi quarter life crisis adalah dengan membuat rencana hidup yang realistis.
Penting untuk menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapainya.
Berkelilinglah dengan orang-orang yang positif dan mendukung; ini dapat memberikan perspektif baru.
Terakhir, ingatlah untuk memberi dirimu waktu untuk belajar dan tumbuh, karena fase ini merupakan bagian penting dari perjalanan hidup.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: