Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembatasan pengaruh game online setelah insiden ledakan di SMA 72 Jakarta baru-baru ini.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan
Ia meminta organisasi pendidikan untuk lebih waspada terhadap dampak negatif permainan digital dan perundungan di kalangan siswa.
Pengaruh Game Online terhadap Perilaku Siswa
Dalam rapat terbatas yang diadakan di kediaman Presiden di Jakarta Selatan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa game online seperti PUBG dapat mempengaruhi perilaku siswa.
Prasetyo menegaskan bahwa terdapat berbagai bentuk kekerasan dalam permainan tersebut yang mudah dipelajari oleh anak-anak dan dapat menimbulkan perilaku agresif.
Dia menuturkan, "Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi."
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Sikap Pengamat Terhadap Arahan Presiden
Trubus Rahadiansyah, seorang pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, menggarisbawahi keberlanjutan pendidikan karakter dan perlunya pengawasan dari orang tua dan sekolah.
Menurut Trubus, arahan Presiden bukan untuk melarang anak-anak bermain game, tetapi untuk memastikan aktivitas tersebut tidak berdampak negatif, menyatakan bahwa, "Game online tidak bisa dihapuskan, tapi bisa diatur agar tidak membentuk perilaku agresif, adiktif, atau asosial."
Ia juga menekankan, pentingnya kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Sosial untuk menciptakan mekanisme pengawasan konten game.
Solusi untuk Mengatasi Kecanduan Game
Trubus mengusulkan pendekatan rehabilitatif bagi anak-anak yang sudah kecanduan game, di mana mereka perlu diarahkan ke kegiatan positif, bukan dihukum.
Selain itu, ia mendorong agar program digital parenting bisa dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, agar orang tua dan pendidik dapat memberikan bimbingan yang efektif.
Dia menegaskan bahwa anak-anak yang kecanduan game harus dirangkul dan diarahkan, bukan ditakut-takuti, serta memerlukan dukungan sosial untuk pemulihan.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: