Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 17:38 WIB

Keterkaitan Perubahan Iklim dan Kesehatan Manusia di Indonesia

Author

Keterkaitan Perubahan Iklim dan Kesehatan Manusia di Indonesia

Perubahan iklim menawarkan dampak yang lebih dari sekadar isu lingkungan; ia berpengaruh signifikan terhadap kesehatan manusia dan munculnya penyakit baru. Penelitian menunjukkan adanya hubungan langsung antara kondisi iklim yang berubah dengan peningkatan penyebaran patogen dan penyakit.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Fenomena cuaca ekstrem, seperti banjir dan suhu panas yang berkepanjangan, berpotensi memperburuk keadaan kesehatan publik. Dengan pemanasan global yang terus berlangsung, risiko terkait penyebaran penyakit semakin meningkat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang sebelumnya dianggap aman.

Keterkaitan Iklim dan Kesehatan

Banyak pakar kesehatan sepakat bahwa perubahan iklim dapat memicu beragam masalah kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, 'suhu yang meningkat dapat menciptakan kondisi yang lebih ideal bagi penyebaran penyakit infeksi.'

Penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti nyamuk dan tikus, menjadi fokus perhatian utama. Spesies ini seringkali beradaptasi dengan perubahan suhu dan kelembapan yang menguntungkan, yang meningkatkan kemungkinan penyebaran virus atau bakteri.

Sebagai contoh, epidemi malaria dan demam berdarah semakin meluas di daerah-daerah yang sebelumnya aman dari penyakit tersebut. Ini menunjukkan bahwa perubahan iklim berkontribusi pada pergeseran pola epidemiologi penyakit yang sudah ada.

Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Dampak Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan kekeringan, memberikan dampak signifikan pada kesehatan masyarakat. Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan patogen.

Kekeringan, di sisi lain, memperburuk akses terhadap air bersih, menghasilkan krisis sanitasi. Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan.

Tak hanya itu, ketidakpastian cuaca dalam jangka pendek dan panjang dapat menyebabkan peningkatan tingkat stres di kalangan masyarakat, yang berimplikasi pada kesehatan mental.

Perubahan Habitat dan Penyakit Baru

Perubahan habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti deforestasi dan urbanisasi, harus turut dipertimbangkan. Transformasi ekosistem ini cenderung memaksa hewan liar untuk berinteraksi lebih dekat dengan manusia, membuka peluang untuk penularan penyakit baru.

Virus seperti rabies dan Ebola, yang awalnya berasal dari hewan, dapat menjangkiti manusia melalui kontak langsung. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga keberlanjutan lingkungan sangat penting dalam mencegah munculnya penyakit zoonotik.

Data dari Komisi Lingkungan Hidup Nasional menegaskan bahwa pelestarian hutan dapat mengurangi risiko penyakit yang ditularkan dari hewan kepada manusia.

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU