Kebiasaan duduk lebih dari delapan jam sehari berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan jantung dan otak. Penelitian menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama dapat mempercepat risiko terkena berbagai penyakit kardiovaskular dan gangguan fungsi otak.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?
Informasi ini menjadi sangat penting untuk dipahami, agar individu dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan mereka. Dengan peningkatan waktu duduk yang signifikan dalam berbagai profesi, risiko kesehatan yang mengancam menjadi semakin nyata.
Risiko Kesehatan Jantung
Kebiasaan duduk berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak di area abdomen, yang merupakan salah satu faktor risiko penderita penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association menunjukkan bahwa orang yang duduk lebih dari enam jam sehari memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami masalah jantung.
Saat seorang individu duduk, sirkulasi darah menjadi lebih lambat, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Dengan kata lain, semakin lama seseorang duduk, semakin besar juga risiko terkena penyakit jantung koroner.
Lebih lanjut, mereka yang memiliki gaya hidup sedentari cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat, yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan jantung. Menurut dr. Kertanegara, seorang ahli jantung, 'Kombinasi antara duduk lama dan pola makan yang buruk dapat menjadi resep pasti untuk masalah jantung.'
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Dampak bagi Kesehatan Otak
Duduk dalam waktu lama juga berdampak signifikan pada kesehatan otak. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer’s Disease mengungkapkan bahwa aktivitas fisik yang rendah dapat berdampak negatif pada fungsi kognitif dan memori.
Ketika seseorang duduk terlalu lama, aliran darah ke otak berkurang, yang dapat memengaruhi kemampuan belajar dan konsentrasi. Penurunan aktivitas fisik juga berkaitan dengan peningkatan risiko demensia, yang menjadi kekhawatiran di kalangan peneliti.
Profesor Universitas Stanford, Dr. Liana Chen, berkomentar, 'Mengurangi durasi duduk dengan melakukan aktivitas fisik sederhana seperti berjalan selama 20 menit bisa sangat membantu dalam menjaga kesehatan otak.'
Solusi untuk Mengurangi Waktu Duduk
Ada banyak cara sederhana yang bisa diterapkan untuk mengurangi waktu duduk. Salah satunya, menciptakan kebiasaan menggunakan meja berdiri saat bekerja dapat membantu meningkatkan mobilitas dan mereduksi risiko kesehatan.
Selain itu, penting untuk menyisipkan waktu istirahat setiap satu jam dengan berjalan-jalan atau melakukan peregangan ringan. Prof. Joko dari Universitas Gadjah Mada mengingatkan, 'Kebiasaan kecil ini dapat membantu mengurangi dampak negatif dari duduk terlalu lama.'
Akan lebih baik lagi jika individu aktif berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu, seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization. Aktivitas ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga mental.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: