Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 15:37 WIB

NASA Konfirmasi Komet 3I/ATLAS Benda Alam dari Luar Tata Surya

Author

NASA Konfirmasi Komet 3I/ATLAS Benda Alam dari Luar Tata Surya

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru saja mengonfirmasi bahwa Komet 3I/ATLAS adalah objek alam dan bukan pesawat luar angkasa asing.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan

Pernyataan ini dikeluarkan seiring dengan spekulasi yang meningkat sejak penemuan komet tersebut pada bulan Juli lalu.

Penegasan NASA dan Spesifikasi Komet

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu, 19 November 2025, NASA menegaskan bahwa Komet 3I/ATLAS berasal dari luar tata surya.

Amit Kshatriya, Associate Administrator NASA, menyatakan, 'Objek ini adalah komet. Komet ini terlihat dan berperilaku seperti komet dan semua bukti mengarah pada komet. Namun yang satu ini datang dari luar tata surya.'

Komet 3I/ATLAS mencatatkan diri sebagai komet antarbintang ketiga dalam sejarah dan diperkirakan memiliki usia miliaran tahun, lebih tua dari Matahari dan Bumi.

Tom Statler, kepala peneliti untuk benda kecil tata surya di Divisi Sains Planet NASA, menambahkan bahwa objek ini bergerak tiga kali lebih cepat daripada rata-rata bintang di galaksi.

Asal Usul Komet 3I/ATLAS

NASA mengindikasikan bahwa Komet 3I/ATLAS mungkin berasal dari tata surya yang lebih tua, memberikan wawasan baru tentang formasi awal sistem bintang.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Statler mengatakan, 'Kami tidak bisa mengatakan ini dengan pasti, tetapi kemungkinannya adalah ia berasal dari tata surya yang lebih tua dari tata surya kita sendiri.'

Penemuan ini memiliki signifikansi astronomi yang besar dan memberikan gambaran tentang masa lalu kosmos yang sangat jauh.

Komet ini berpotensi menjadi sumber data berharga untuk memahami sejarah dan evolusi kosmos yang lebih luas.

Kamera dan Instrumen yang Mengambil Citra Komet

Citra terbaru dari 3I/ATLAS diambil menggunakan berbagai instrumen, termasuk Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) yang menangkap gambar saat komet ini melintas dekat Mars.

MRO, yang telah mengorbit Mars sejak 2006, menggunakan instrumen HiRISE untuk mempelajari detail dari objek yang melintas di dekatnya.

NASA juga memanfaatkan instrumen lain seperti Solar Terrestrial Relations Observatory (STEREO) untuk menganalisis ekor komet.

Pengamatan ini diharapkan bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai struktur dan komposisi Komet 3I/ATLAS.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU