Lonvi Biosciences, perusahaan asal Shenzhen, China, tengah mengembangkan pil yang diharapkan dapat membuat manusia hidup lebih dari 100 tahun.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Obat anti-penuaan ini dibuat dari senyawa alami yang diperoleh dari ekstrak biji anggur, membuka harapan baru dalam dunia bioteknologi.
Ambisi China dalam Penelitian Obat Panjang Umur
Obsesi China untuk menemukan obat panjang umur telah berlangsung selama berabad-abad, dimulai sejak era kaisar pertama Qin Shi Huang yang berusaha mendapatkan obat keabadian.
Meskipun kaisar tersebut meninggal pada usia 49 tahun akibat keracunan merkuri, pencarian ini tidak berhenti dan terus berlanjut hingga kini.
Dalam beberapa bulan terakhir, investasi besar dari pemerintah dan sektor swasta telah menjadikan penelitian anti-penuaan sebagai bidang ilmiah yang diakui, dengan dukungan luas dari kalangan elit.
Ambisi ini terlihat jelas dengan penggelontoran miliaran dana untuk penelitian dan pengembangan di industri bioteknologi.
Deskripsi dan Potensi 'Pil Panjang Umur'
Senyawa utama dalam pil panjang umur adalah procyanidin C1 (PCC1) yang diperoleh dari biji anggur, menunjukkan potensi dalam memperpanjang usia tikus melalui penelitian yang pernah dilakukan.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberi PCC1 dapat hidup 9,4 persen lebih lama secara keseluruhan dan 64,2 persen lebih lama sejak awal pengobatan, memberikan harapan tentang potensi pil ini.
Meskipun demikian, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Metabolism pada tahun 2021 menyertakan catatan peringatan tentang kesalahan data, meskipun artikel tersebut tidak ditarik kembali.
Duke Zheng, juru bicara Lonvi, mengungkapkan bahwa mereka telah mengisolasi molekul yang dapat membunuh 'sel zombie', sel-sel yang merugikan kesehatan, dan mengklaim bahwa kombinasi pil ini dengan gaya hidup sehat dapat memperpanjang umur.
Pandangan dan Harapan Masa Depan
Dengan angka harapan hidup di China yang kini mencapai 79 tahun, langkah ini diharapkan mampu memenuhi keinginan masyarakat akan hidup lebih lama dan sehat.
Perusahaan Lonvi berencana memproduksi pil tersebut dalam bentuk kapsul dengan konsentrasi tinggi, yang akan membuka jalan baru dalam penerapan bioteknologi untuk kesehatan.
Meskipun terdapat skeptisisme tentang efektivitas pil ini pada manusia, banyak peneliti berkeyakinan bahwa inisiatif ini dapat membawa perubahan signifikan dalam dunia medis.
Seiring dengan meningkatnya minat dan investasi dalam bidang ini, industri suplemen serta layanan kesehatan panjang umur di China diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan yang pesat.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: