Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di jaringan SPBU Shell Indonesia diperkirakan dapat pulih menjelang akhir November. Proses negosiasi terkait impor telah memasuki tahap akhir, memberikan harapan baru bagi konsumen.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa Shell sedang mempersiapkan pengiriman kargo untuk stok BBM mereka. Dengan target pengiriman sebelum akhir tahun, proses ini dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan BBM yang stabil.
Proses Negosiasi dan Persiapan Pengiriman
Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pengisian stok oleh Shell saat ini berada dalam tahapan kritis menuju keberangkatan kargo dari lokasi pemuatan. Proses ini memberikan peluang untuk memulihkan pasokan BBM Shell dalam waktu dekat.
Ia menegaskan bahwa pengiriman yang dijadwalkan harus sampai sebelum akhir tahun. Informasi terbaru menunjukkan bahwa ketersediaan BBM Shell diperkirakan dapat kembali normal pada akhir bulan ini.
Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan
Faktor dalam Negosiasi
Laode menyebutkan bahwa durasi negosiasi sebelumnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang harus dipertimbangkan, seperti spesifikasi badan usaha, kesesuaian harga, dan fluktuasi harga internasional. Hal ini menjadi penting dalam menjaga kestabilan pasokan.
Permasalahan teknis seperti kadar sulfur dan isu mengenai etanol tidak menghalangi proses pembahasan. Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, mengkonfirmasi bahwa pembicaraan komersial antara Pertamina dan Shell telah melaju ke tahap akhir dan dianggap 'sudah mengerucut'.
Kondisi Pasokan di SPBU Lain
Beberapa SPBU swasta lain telah lebih dulu memulihkan pasokan BBM mereka setelah menyepakati impor melalui kuota Pertamina untuk jenis BBM yang berbeda. Contohnya, BP-AKR berhasil memastikan ketersediaan BB 92 dan BP Ultimate Diesel.
Vivo baru-baru ini mendapatkan pasokan baru sebanyak 100 ribu barel setelah menyelesaikan proses negosiasi dan tender sesuai prinsip tata kelola yang baik. Pertamina menyatakan bahwa kolaborasi dengan badan usaha swasta merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: