Diabesity menjadi istilah yang menggambarkan kondisi bersamaan antara obesitas dan diabetes tipe 2, yang kini memicu perhatian global dalam dunia kesehatan.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Sebagai epidemi yang semakin meluas, penyakit ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi serius bagi penderitanya.
Apa itu Diabesity?
Diabesity bukanlah diagnosis resmi, melainkan istilah yang dipakai untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 secara bersamaan.
Ketersediaan makanan tinggi kalori dan gaya hidup sedentary berkontribusi pada meningkatnya prevalensi obesitas, sehingga diabesity menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang mendesak di seluruh dunia.
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Kaitan Antara Obesitas dan Diabetes
Obesitas berperan penting dalam pengembangan diabetes dengan memperburuk kondisi resistensi insulin dalam tubuh.
Ketika sel-sel tubuh menolak fungsi insulin yang bertugas mengatur glukosa, didapatkan kelebihan glukosa dalam darah yang berpotensi berkontribusi pada berbagai komplikasi kesehatan.
Dampak Kesehatan dari Diabesity
Kombinasi antara obesitas dan diabetes tipe 2 secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, yang dikenal sebagai penyebab utama kematian di banyak negara.
Sebuah studi tahun 2020 memperkirakan bahwa jumlah individu dengan diabetes akan meningkat hingga 642 juta pada tahun 2040, dengan lemak tubuh sebagai faktor risiko terbesar yang harus diperhatikan.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: