Ngidam makanan manis adalah fenomena yang umum terjadi, khususnya di kalangan wanita hamil. Rasa ingin ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ilmiah yang melibatkan biologi dan psikologi.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian
Meskipun terlihat sepele, ada alasan yang mendasari mengapa banyak individu cenderung mencari makanan manis, seperti cokelat atau kue, untuk memuaskan keinginan mereka.
Faktor Biologis yang Mendorong Ngidam Manis
Salah satu alasan utama munculnya ngidam makanan manis adalah pengaruh gula terhadap tubuh. Ketika gula dikonsumsi, hormon dopamin dilepaskan, memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan manis dapat meningkatkan mood individu, sehingga mereka yang mengalami stres atau depresi lebih cenderung mencari sumber kebahagiaan dari makanan ini.
Di samping itu, otak kita memiliki kemampuan untuk mengingat rasa manis. Rasa ingin ini sering kali mengaitkan pengalaman positif dari makanan manis yang dikonsumsi di masa lalu.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Kaitan Emosi dengan Ngidam Makanan Manis
Ngidam makanan manis sering dipicu oleh keadaan emosional tertentu, di mana banyak individu mencari pelarian dari tekanan yang sedang dialami. Penelitian mengungkapkan bahwa sekitar 62% orang melaporkan mengonsumsi makanan manis ketika merasa cemas atau depresi.
Hal ini menunjukkan hubungan erat antara kondisi emosional dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis. Ketika seseorang merasa lebih baik setelah makan makanan manis, mereka mungkin akan terus mencari cara serupa untuk meredakan stres di masa depan.
Rasa nyaman yang diperoleh dari makanan manis dapat memperkuat siklus tersebut, menjadikan individu lebih rentan terhadap kebiasaan ini.
Peran Hormon dalam Ngidam Manis
Hormon memainkan peran penting dalam memicu ngidam makanan manis. Ketika kadar insulin rendah, tubuh merasakan lapar serta keinginan untuk mengonsumsi gula.
Hormon lainnya seperti serotonin dan endorfin juga bisa terstimulasi melalui konsumsi makanan manis. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa bahagia setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Namun, ngidam makanan manis tidak harus diatasi dengan gula. Pilihan alternatif yang lebih sehat seperti buah-buahan dapat memberikan rasa manis yang diinginkan tanpa efek negatif bagi tubuh.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: