Senin, 08 DESEMBER 2025 • 17:25 WIB

Krisis Kesehatan di Tengah Pengungsi Banjir dan Longsor Sumatera Utara

Author

Krisis Kesehatan di Tengah Pengungsi Banjir dan Longsor Sumatera Utara

Ribuan pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara menghadapi ancaman serius kesehatan, dengan penyakit kulit dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang semakin meningkat.

Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian

Data terbaru menunjukkan total 6.433 kasus penyakit kulit dan 5.151 kasus ISPA hingga 7 Desember 2025, menyoroti kondisi darurat yang memprihatinkan di posko pengungsian.

Kondisi Kesehatan di Posko Pengungsian

Kondisi di posko pengungsian semakin memprihatinkan, mencerminkan dampak serius bencana terhadap kesehatan pengungsi. Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, mengungkapkan kepedihan ini melalui laporan kasus yang menggugah.

Hingga 7 Desember 2025 pukul 13.00 WIB, tercatat 6.433 kasus penyakit kulit dan 5.151 kasus ISPA, menandakan bahwa kesehatan para pengungsi perlu perhatian mendesak. Melihat angka-angka tersebut, jelas menunjukkan bahwa risiko penyakit menular semakin meningkat di lingkungan pengungsian.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan

Potensi Kejadian Luar Biasa (KLB)

Hamid Rijal Lubis menekankan pentingnya tindakan cepat untuk mencegah potensi berkembangnya penyakit menjadi kejadian luar biasa. "Kondisi ini dipengaruhi oleh paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang menurun, serta kepadatan dan kelembapan di lokasi pengungsian," ungkapnya.

Selain penyakit kulit dan ISPA, juga terlaporkan 1.065 kasus diare dan 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), yang semakin menambah daftar risiko kesehatan. Kondisi yang sangat tidak ideal ini menciptakan lingkungan subur bagi penyakit menular.

Pentingnya Pemantauan Kesehatan

Dinas Kesehatan menyatakan perlunya fokus pada potensi meningkatnya penyakit lain di kemudian hari. Hamid menegaskan, "Peningkatan tempat perindukan nyamuk biasanya terjadi setelah air surut," yang menambah urgensi pemantauan kesehatan di area pengungsian.

Dinas Kesehatan juga melaporkan dua kasus suspek campak di Kabupaten Deliserdang dan Tapanuli Tengah, menunjukkan bahwa pelacakan dan pemeriksaan lebih lanjut sangat diperlukan. Penanganan cepat dan pemantauan yang terus-menerus diharapkan bisa meminimalkan dampak kesehatan di masa mendatang.

Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU