Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 11:35 WIB

Lonjakan Kasus Sifilis di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Author

Lonjakan Kasus Sifilis di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Penyakit sifilis, atau yang dikenal sebagai raja singa, semakin menjadi perhatian publik akibat lonjakan signifikan dalam jumlah kasus. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat lebih dari 23 ribu kasus sifilis sepanjang tahun 2024.

Baca juga: Mengapa Olahraga Penting untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Angka tersebut menunjukkan laju penyebaran penyakit ini yang mengkhawatirkan di Indonesia, di mana semua kalangan berisiko terinfeksi, termasuk mereka yang menganggap diri telah menjaga perilaku seksual yang aman.

Penyebab dan Cara Penularan Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, yang termasuk dalam kategori infeksi menular seksual. Namun, penting untuk dicatat bahwa infeksi ini dapat terjadi tanpa disadari dan tidak hanya melalui perilaku seksual berisiko.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa 'Sifilis gak pilih-pilih. Yang gak 'nakal' pun bisa kena,' menegaskan bahwa penyakit ini dapat menjangkiti siapa pun, termasuk individu yang tidak aktif berhubungan seksual.

Penyebaran sifilis terjadi tidak hanya melalui hubungan seksual, tetapi juga dapat melalui kontak dengan luka atau lesi pada individu yang terinfeksi. Pendidikan mengenai cara penularan ini sangat penting untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini

Gejala dan Dampak Sifilis

Gejala sifilis bervariasi tergantung pada stadium infeksi. Pada fase primer, tanda pertama yang muncul berupa luka kecil di area tempat bakteri memasuki tubuh, yang umumnya terjadi antara sepuluh hingga sembilan puluh hari setelah terpapar.

Di fase sekunder, setelah beberapa minggu, luka tersebut mungkin menghilang, dan pasien dapat mengalami ruam pada telapak tangan dan kaki. Pada fase laten, meski tidak terlihat, bakteri tetap hidup di dalam tubuh dan dapat menularkan infeksi.

Dampak jangka panjang sifilis dapat sangat serius, seperti gangguan permanen pada organ penting, termasuk otak dan jantung. Penanganan yang terlambat atau pengabaian dapat memperburuk kondisi kesehatan individu yang terinfeksi.

Pentingnya Kewaspadaan dan Penanganan

Kementerian Kesehatan menekankan bahwa kesadaran dan edukasi mengenai sifilis sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut. Mereka mengingatkan, 'Karena itu, jangan cuma jaga image. Jaga kesehatanmu juga.'

Edukasi masyarakat tentang penyakit ini diharapkan dapat mendorong orang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memperhatikan gejala yang mungkin muncul.

Pendekatan proaktif terhadap kesehatan seksual diperlukan untuk memerangi stigma terkait infeksi menular seksual dan memastikan masyarakat tidak hanya fokus pada image, tetapi juga pada kesehatan yang sebenarnya.

Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU