MSG, atau Monosodium Glutamate, menjadi bahan perdebatan di kalangan pecinta kuliner. Banyak yang mempertanyakan, apakah benar MSG berbahaya bagi kesehatan?
Baca juga: Olahraga Teratur dan Kesehatan Jantung: Pentingnya Aktivitas Fisik
Meskipun sering digunakan dalam berbagai makanan olahan dan restoran, kontroversi mengenai dampak MSG terhadap tubuh terus bergulir.
Pengertian dan Penggunaan MSG
MSG adalah garam natrium dari asam glutamat yang secara alami ditemukan dalam berbagai makanan, seperti tomat dan keju. Penggunaan MSG bertujuan untuk meningkatkan rasa umami, yang dikenal sebagai rasa gurih yang memperkaya kenikmatan makanan.
Di industri makanan, MSG telah menjadi praktik umum, terutama dalam masakan Asia. Banyak restoran menambahkannya untuk memberikan rasa yang lebih kaya dan kompleks pada hidangan mereka.
Baca juga: Film KPop Demon Hunters Raih Kesuksesan di Netflix
Klaim dan Kontroversi Tentang MSG
Salah satu klaim terkait MSG adalah bahwa penggunaannya dapat menyebabkan reaksi negatif, seperti sakit kepala dan mual. Istilah 'Sindrom Restoran Cina' muncul pada tahun 1969 ketika beberapa individu melaporkan efek samping setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG.
Namun, penelitian ilmiah yang lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar populasi dapat mengonsumsi MSG tanpa mengalami masalah. Menurut Food and Drug Administration (FDA), MSG dianggap aman dalam jumlah moderat dan tidak menunjukkan bahaya bagi kesehatan masyarakat.
Kesehatan dan Peraturan Terkait MSG
Agar dapat digunakan secara legal, MSG harus mendapatkan sertifikasi dari lembaga kesehatan yang berwenang. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengatur penggunaan MSG sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan penelitian dan uji coba yang relevan.
Meskipun MSG sudah dianggap aman bagi banyak orang, masih ada diskusi mengenai risiko terhadap individu yang sensitif terhadap bahan ini. Banyak ahli sepakat bahwa penting untuk mengonsumsi semua bahan tambahan, termasuk MSG, dengan bijak dan dalam batasan yang wajar, demi kesehatan yang optimal.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: