Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 17:13 WIB

Tingginya Angka Kelahiran Prematur di Indonesia: Tantangan Kesehatan Anak

Author

Tingginya Angka Kelahiran Prematur di Indonesia: Tantangan Kesehatan Anak

Setiap tahun, sebanyak 675 ribu bayi lahir prematur di Indonesia, menjadikannya sebagai negara dengan jumlah kelahiran prematur kelima tertinggi di dunia.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025

Angka tersebut mencerminkan signifikansi masalah ini dalam konteks kesehatan anak, di mana kelahiran prematur merupakan penyebab utama kematian anak di bawah usia lima tahun.

Statistik Kelahiran Prematur di Indonesia

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 juta bayi lahir prematur setiap tahunnya, dan lebih dari satu juta di antaranya meninggal akibat komplikasi yang seharusnya dapat dicegah.

Di Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia 2024 menunjukkan bahwa 26,4 persen kematian bayi terjadi pada masa neonatal, dengan penyebab utama adalah prematuritas dan bayi berat lahir rendah (BBLR).

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Pentingnya Perawatan Bayi Prematur

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Neonatologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rinawati Rosiswatmo, menjelaskan bahwa perawatan terhadap bayi prematur tidak hanya berfokus pada kelangsungan hidup, tetapi juga pada kualitas tumbuh kembang mereka.

"Asupan gizi yang tepat sejak hari pertama sangat menentukan bagaimana bayi dapat bertahan dan berkembang di kemudian hari," tegas Rinawati dalam keterangan setelah seminar nasional bertajuk 'From Fragile Beginnings to Strong Futures: Advancing Nutrition for Premature Infants'.

Pendekatan Holistik dalam Merawat Bayi Prematur

Dokter Ahli Tumbuh Kembang Pediatri di RSCM, Bernie Endyarni Medise, menyoroti perlunya pendekatan menyeluruh dalam merawat bayi prematur.

"Bayi prematur dan BBLR membutuhkan perhatian menyeluruh, bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga dari dukungan emosional keluarga, stimulasi, dan asupan gizi yang berkelanjutan," kata Bernie.

Ia menekankan bahwa intervensi yang tepat, mulai dari perawatan intensif hingga dukungan keluarga, merupakan aspek krusial agar bayi-bayi ini memiliki kesempatan untuk tumbuh kuat dan sehat.

Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU