Stres yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, termasuk memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, seorang dokter spesialis penyakit dalam yang mengingatkan betapa pentingnya kesadaran akan kondisi stres dalam kehidupan sehari-hari.
Stres dan Potensi Sel Kanker
Dalam pernyataannya, Prof. Ari menjelaskan bahwa sel-sel kanker dalam tubuh dapat aktif kembali ketika seseorang mengalami stres yang tidak terkendali.
"Stres tidak boleh dianggap sederhana. Dalam tubuh kita ada sel-sel dengan potensi menjadi kanker. Ketika stres, sel itu bisa aktif dan berkembang menjadi kanker," ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa stres memiliki implikasi yang lebih luas terhadap kesehatan fisik, bukan hanya masalah emosional.
Beberapa kasus menunjukkan bahwa seseorang yang terlihat sehat dapat mendadak didiagnosis kanker setelah menghadapi tekanan mental yang berat, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Ari: "Kadang kita lihat dia baik-baik saja. Tapi karena ada masalah berat, tiba-tiba kena kanker."
Mekanisme Stres dan Kesehatan Tubuh
Fenomena ini berkaitan dengan mekanisme kompleks antara otak dan sistem pencernaan yang dikenal sebagai brain-gut axis.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Stres dan gangguan emosional seperti kecemasan dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung.
Prof. Ari menjelaskan lebih lanjut, "Kalau otak tidak stabil, bisa mengganggu usus. Anxiety misalnya, bisa meningkatkan asam lambung. Peradangan juga ada kaitannya dengan kondisi di otak."
Hal ini menunjukkan bahwa gangguan mental dapat berdampak pada kesehatan fisik dan fungsi organ-organ vital.
Pentingnya Pengelolaan Stres
Mengelola stres menjadi hal yang sangat penting demi menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Stres yang tidak terkelola dapat meningkatkan risiko penyakit serius lainnya, termasuk serangan jantung dan stroke.
Prof. Ari menekankan, "Jika stres diabaikan, dampaknya bisa berlapis. Mulai dari gangguan pencernaan, penyakit kronis, hingga mengaktifkan sel kanker. Mengelola stres bukan hanya pilihan, tapi kebutuhan untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh."
Dengan langkah-langkah pengelolaan stres yang tepat, individu dapat melindungi diri dari berbagai masalah kesehatan yang mengancam.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: