Matcha telah menjadi komoditas populer di Indonesia, dikenal sebagai teh hijau yang kaya antioksidan. Namun, meskipun bermanfaat, konsumsi matcha berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang merugikan kesehatan.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Kandungan kafein dan senyawa lainnya dalam matcha berpotensi menyebabkan masalah kesehatan jika tidak dikonsumsi dengan bijak. Oleh karena itu, penting untuk memahami batasan dalam mengonsumsinya agar manfaatnya tetap dapat dirasakan.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat Matcha
Matcha terkenal tidak hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga kandungan nutrisinya yang bermanfaat untuk kesehatan. Teh ini kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral, yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Di dalam matcha terdapat senyawa L-theanine yang dapat memberikan efek relaksasi, disertai dengan energi yang stabil. Namun, untuk merasakan manfaat tersebut secara optimal, matcha sebaiknya dikonsumsi tanpa banyak campuran.
Dampak Negatif Konsumsi Berlebihan
Konsumsi matcha dalam jumlah besar dapat menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi dan kalsium. Menurut Times of India, tingginya kandungan tanin dalam matcha dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kelelahan dan melemahnya imun.
Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan
Selain itu, matcha yang mengandung kafein dapat mengganggu kualitas tidur jika dikonsumsi menjelang malam. Asupan kafein berlebihan dapat menyebabkan sulit tidur dan kualitas tidur yang buruk.
Gejala kecemasan dan detak jantung yang meningkat juga menjadi perhatian bagi mereka yang sensitif terhadap kafein. Stimulasi berlebihan pada sistem saraf dapat menyebabkan kondisi tersebut, terutama jika matcha diminum beberapa kali sehari.
Risiko Lain yang Terkait dengan Konsumsi Matcha
Fenomena gangguan pencernaan sering terjadi akibat tingginya kadar tanin dan katekin dalam matcha, yang dapat mengiritasi lambung. Ini berlaku terutama saat konsumsi matcha dilakukan saat perut kosong.
Konsentrasi tinggi dari kafein dalam matcha juga berpotensi meningkatkan tekanan darah, yang pada jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan strok. Apalagi bagi individu dengan riwayat hipertensi, sangat dianjurkan untuk membatasi konsumsi matcha.
Di samping itu, ada potensi gangguan fungsi hati jika matcha dikonsumsi dalam dosis tinggi. Menurut Very Well Health, epigallocatechin gallate (EGCG) yang terdapat dalam matcha bermanfaat, tetapi dosis berlebihan dapat berisiko.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: