Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 17:40 WIB

Pencapaian Lulusan PTKIN: Serapan Kerja Capai 95,1 Persen

Author

Pencapaian Lulusan PTKIN: Serapan Kerja Capai 95,1 Persen

Serapan kerja alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menunjukkan angka yang menggembirakan, yakni mencapai 95,1 persen. Angka tersebut melampaui serapan kerja perguruan tinggi umum yang hanya berada di angka 94,5 persen.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mencerminkan adanya perkembangan positif dalam kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini tidak hanya terlihat dalam persentase serapan kerja, tetapi juga dalam peningkatan kualitas program studi yang ada.

Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam

Amien Suyitno, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 734 program studi di lingkungan pendidikan Islam yang berstatus unggul. "Yang menggembirakan, sebanyak 734 program studi telah berstatus unggul," ujarnya, menegaskan kualitas yang terus berkembang.

Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan bahwa tingkat serapan kerja alumni PTKIN mencapai 95,1 persen. Angka ini menggambarkan kemajuan signifikan dalam sektor pendidikan tinggi Islam.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa alumni PTKIN semakin diterima di dunia kerja, refleksi dari kualitas pendidikan yang semakin diakui.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Daya Saing Akademik Madrasah

Amien mengungkapkan bahwa prestasi akademik siswa madrasah mengalami kemajuan yang cerah. Beberapa di antaranya memperoleh prestasi di ajang Olimpiade Sains Nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen.

Capaian ini memberikan sinyal bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang akademik. Hal tersebut menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.

Keberhasilan akademik ini menjadi indikator positif bagi pengembangan pendidikan di institusi berbasis agama.

Strategi Penguatan Pendidikan Islam

Penguatan mutu pendidikan Islam dilakukan melalui klasterisasi madrasah. Misalnya, Madrasah Aliyah Insan Cendekia (MA IC) difokuskan pada akademik dan internasionalisasi, sedangkan Madrasah Aliyah Program Keagamaan bertujuan menghasilkan calon ulama yang kompeten.

Selain itu, reputasi akademik pendidikan tinggi Islam semakin membaik, terlihat dari semakin banyaknya jurnal ilmiah yang terindeks Scopus. Ini merupakan langkah penting dalam menjadikan pendidikan tinggi Islam kompetitif di skala global.

Dengan strategi ini, diharapkan pengembangan pendidikan Islam semakin optimal dan berkualitas.

Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU