Masyarakat sering menganggap bahwa tubuh kurus berarti bebas dari risiko kesehatan, termasuk masalah kolesterol. Namun, penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tubuh ramping bisa mengalami kolesterol tinggi yang terlewatkan selama bertahun-tahun.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial
Menurut ahli, faktor genetik dan riwayat keluarga lebih berperan dalam kadar kolesterol daripada berat badan itu sendiri. Ini mengindikasikan bahwa pola makan sehat tidak selalu menjamin kesehatan jantung bagi orang yang tampak kurus.
Mengapa Orang Kurus Bisa Mengalami Kolesterol Tinggi?
Kolesterol mayoritas diproduksi oleh hati, meskipun beberapa bagian berasal dari makanan. Pada individu kurus dengan kolesterol tinggi, seringkali masalah ini muncul akibat faktor genetik, membuat hati mereka memproduksi LDL (Low Density Lipoprotein) dalam jumlah berlebih.
Walaupun rutin berolahraga dan menjaga pola makan, kadar kolesterol mereka bisa tetap berbahaya. Penelitian oleh Z. Vaezi dan Global Lipids Genetics Consortium menunjukkan bahwa kondisi ini dapat mempercepat pembentukan plak di arteri, sehingga menyebabkan arteri mereka 'menua' lebih cepat.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Kondisi Genetik Pemicu Kolesterol Tinggi
Salah satu kondisi genetik yang berpotensi meningkatkan kolesterol adalah Hiperkolesterolemia Familial (FH). Penelitian oleh C. Pirazzi menyebutkan bahwa mutasi genetik ini adalah penyebab utama penyakit jantung dini pada individu yang mungkin terlihat sehat.
Kondisi ini mempengaruhi sekitar 1 dari 200 hingga 250 orang di seluruh dunia. FH terjadi akibat kerusakan pada gen seperti LDLR, APOB, atau PCSK9, yang menghambat tubuh dalam membersihkan LDL dari aliran darah.
Pentingnya Skrining Keluarga untuk Mendeteksi Risiko Kolesterol
American Heart Association (AHA) menekankan bahwa kolesterol tinggi sering kali merupakan kondisi yang 'menurun'. Jika terdapat riwayat serangan jantung dini dalam keluarga, disarankan agar seluruh anggota keluarga menjalani tes skrining untuk memantau kesehatan mereka.
Tes yang dianjurkan meliputi Panel Lipid Puasa, yang mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Selain itu, tes genetik untuk FH juga menjadi sangat penting, terutama jika terdapat kadar LDL yang sangat tinggi dan riwayat penyakit jantung di dalam keluarga.
Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: