Kementerian Kesehatan Indonesia meluncurkan vaksin heksavalen, sebuah inovasi dalam program imunisasi anak yang bertujuan mengatasi enam penyakit serius dengan satu suntikan. Vaksin ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi di tengah tantangan rendahnya partisipasi orang tua.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian
Dikenal dengan nama DPT-Hb-Hib-IPV, vaksin heksavalen ini akan diberikan kepada anak-anak pada usia dua, tiga, dan empat bulan. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses imunisasi dan mempercepat terbentuknya kekebalan masyarakat.
Pengenalan Vaksin Heksavalen
Vaksin heksavalen adalah hasil penggabungan dari dua vaksin yang sudah ada, yaitu DPT-Hb-Hib (pentavalen) dan IPV (polio). Dengan inovasi ini, diharapkan jumlah suntikan yang dibutuhkan untuk mencakup imunisasi anak dapat berkurang secara signifikan.
Direktur Imunisasi Kemenkes RI, Indri Yogyaswari, menjelaskan, "Isi vaksinnya bukan hal yang baru, cuma pemberiannya itu dicarikan terobosan. Sehingga diharapkan lebih mudah pemberiannya pada anak-anak. Yang awalnya dari dua suntikan, menjadi satu suntikan."
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Mencegah Enam Penyakit Berbahaya
Vaksin heksavalen dirancang untuk melindungi anak-anak dari enam penyakit serius, yakni difteri, pertusis, tetanus, polio, hepatitis B, dan infeksi haemophilus influenzae type B. Penyakit-penyakit ini memiliki potensi untuk menimbulkan komplikasi berat, termasuk radang selaput otak dan pneumonia.
Kemenkes berharap bahwa perkembangan baru dalam program imunisasi ini akan mendorong orang tua untuk lebih aktif dalam memberikan vaksin kepada anak-anak mereka. Ini menjadi penting dalam upaya meningkatkan tingkat cakupan imunisasi di seluruh wilayah.
Implementasi Program Imunisasi
Saat ini, program vaksin heksavalen sedang dilaksanakan di sembilan provinsi, termasuk Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan beberapa kawasan di Papua. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap, dengan rencana untuk diperluas ke seluruh Indonesia pada tahun 2026.
Imunisasi dapat dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan posyandu, dengan orang tua diharapkan membawa buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) untuk memantau perkembangan imunisasi anak mereka.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: