Di Indonesia, kafein sering menjadi pilihan utama untuk meningkatkan produktivitas sehari-hari, namun dampaknya terhadap kualitas tidur sering kali kurang dipahami.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan, terutama pada siang hari, dapat mengganggu ritme tidur dan menurunkan durasi tidur yang berkualitas.
Pengertian Kafein dan Sumbernya
Kafein adalah senyawa stimulan yang biasa ditemukan dalam berbagai minuman seperti kopi, teh, dan minuman energi.
Sebagai stimulan, kafein bekerja dengan cara memblokir adenosin, senyawa kimia yang menginduksi rasa kantuk, sehingga meningkatkan kewaspadaan dan fokus.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Dampak Kafein pada Kualitas Tidur
Berdasarkan studi, konsumsi kafein enam jam sebelum tidur terbukti dapat mengganggu kualitas tidur, mengurangi durasi tidur yang biasanya mencapai lebih dari 90 menit.
Selain itu, kafein juga berdampak negatif pada fase REM, yang merupakan fase penting untuk pemulihan mental, menyebabkan dampak jangka panjang seperti rasa kantuk yang berlebihan di siang hari.
Rekomendasi Konsumsi Kafein
Para ahli kesehatan merekomendasikan agar konsumsi kafein dibatasi hingga 400 mg per hari, setara dengan empat cangkir kopi, untuk menghindari gangguan tidur.
Lebih lanjut, untuk individu yang sensitif terhadap kafein, disarankan untuk mengganti dengan alternatif yang rendah atau tanpa kafein, seperti teh herbal, untuk menjaga kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: