Tren duduk meringkuk di pesawat belakangan ini menjadi topik hangat yang diperbincangkan di media sosial, dianggap sebagai cara yang nyaman untuk beristirahat selama penerbangan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Namun, pakar kesehatan memperingatkan bahwa posisi duduk ini dapat berisiko mengancam keselamatan penumpang, terutama dalam penerbangan jarak jauh.
Fenomena Masyarakat dan Media Sosial
Duduk meringkuk, yang banyak ditunjukkan dalam video di media sosial, menampilkan posisi dengan kaki terangkat ke bangku depan dan lutut merapat ke badan.
Meskipun banyak penggunanya mengklaim kenyamanan saat tidur, ada laporan mengenai penumpang yang ditegur oleh kru pesawat atas penggunaan posisi ini.
Risiko Kesehatan yang Mengintai
Pakar kesehatan Carole Lieberman menegaskan bahwa posisi ini berpotensi menimbulkan masalah serius terutama dalam penerbangan jarak jauh.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian
"Tren ini sangat berbahaya karena membuat kaki berada dalam posisi terkompresi dengan ketat," ungkapnya, yang merujuk pada risiko pembentukan gumpalan darah.
Deep Vein Thrombosis (DVT) sering terjadi ketika gumpalan darah terbentuk dan menghambat aliran darah, umumnya di kaki, tetapi juga dapat terjadi di bagian tubuh lainnya.
Potensi Kematian yang Harus Dihindari
Meskipun DVT tidak selalu fatal, Lieberman mengingatkan bahwa gumpalan darah dapat menyebabkan embolisme paru, yang sangat berisiko.
Menurut pernyataan dari Cleveland Clinic, meskipun tren ini terlihat nyaman, risiko kesehatan yang ditimbulkan jauh lebih besar.
Penting bagi penumpang untuk menghindari posisi duduk meringkuk, terutama pada penerbangan jarak jauh, guna menjaga kesehatan selama perjalanan.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: