Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 11:49 WIB

Risiko Kesehatan Tersembunyi Akibat Konsumsi Matcha yang Berlebihan

Author

Risiko Kesehatan Tersembunyi Akibat Konsumsi Matcha yang Berlebihan

Meskipun matcha dikenal luas sebagai superfood menawarkan berbagai manfaat kesehatan, ada aspek yang kurang dibahas terkait risikonya jika dikonsumsi secara berlebihan.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Investasi Apple Tetap Berjalan

Efek samping seperti gangguan pencernaan dan tekanan darah tinggi perlu diperhatikan sebelum menjadikan matcha sebagai bagian rutin dalam diet.

Pengenalan Matcha

Matcha adalah teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis, terkenal karena proses uniknya. Daun teh diolah menjadi bubuk halus yang memungkinkan penyerapan penuh nutrisi oleh tubuh.

Proses penanaman yang dilakukan dengan penutupan daun selama 20-30 hari sebelum panen meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine, sehingga meningkatkan rasa dan nilai gizi matcha.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Kandungan Kontaminan dalam Matcha

Seperti banyak produk pertanian lainnya, matcha bisa mengandung kontaminan seperti logam berat dan pestisida. Penelitian menunjukkan bahwa matcha dari daerah tertentu bisa berisiko terpapar zat berbahaya jika kualitasnya tidak terjaga.

Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk memilih produk matcha yang memiliki sertifikasi kualitas guna meminimalkan risiko kesehatan yang diakibatkan oleh kontaminan tersebut.

Risiko Kesehatan dari Konsumsi Berlebihan

Terlalu banyak mengonsumsi matcha dapat menyebabkan gangguan pencernaan, peningkatan tekanan darah, serta potensi risiko kanker kerongkongan. Menurut ahli gizi Vidhi Chawla, 'Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan.'

Ibu hamil membutuhkan perhatian khusus terhadap asupan kafein, termasuk dari matcha, karena konsumsi berlebih dapat berisiko tinggi bagi kesehatan janin.

Reaksi alergi juga dapat terjadi pada sebagian orang, dengan gejala seperti ruam atau sesak napas setelah mengonsumsinya. Jika keadaan ini muncul, mencari pertolongan medis dengan cepat adalah langkah yang bijaksana.

Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU