Stretching sering diandalkan sebagai prosedur penting sebelum melakukan aktivitas fisik, namun apakah melakukannya secara berlebihan dapat menimbulkan risiko yang merugikan? Banyak individu yang kurang menyadari bahwa praktik stretching yang tidak sesuai dapat mengarah pada cedera seri.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8 Menyusul Hujaan di Media Sosial
Artikel ini akan membahas berbagai risiko yang berhubungan dengan stretching berlebihan dan urgensi untuk mengetahui batasan fisik masing-masing individu saat berolahraga.
Risiko Stretching Berlebihan
Stretching bertujuan utama untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi ketegangan otot, namun porsi yang tepat harus diperhatikan. Stretching yang berlebihan dapat menyebabkan cedera pada otot dan ligamen.
Dr. Jillian Clark, seorang fisioterapis terkemuka, menyatakan, "Melakukan stretching berlebihan dapat merusak jaringan lunak dan mengakibatkan ketegangan otot yang tidak perlu." Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera ketika melakukan aktivitas fisik lainnya.
Lebih jauh lagi, stretching berlebihan dapat menciptakan ketidakseimbangan otot, di mana otot menjadi terlalu fleksibel tanpa disertai kekuatan yang seimbang. Ini meningkatkan risiko cedera dalam aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan
Bagaimana Melakukan Stretching yang Benar
Melaksanakan stretching yang benar sangat penting untuk menghindari cedera. Pemanasan sebelum stretching perlu dilakukan agar otot dalam kondisi yang lebih siap.
Disarankan untuk tidak melakukan stretching lebih dari 15-30 detik untuk setiap gerakan dan mengulangi maksimal 2-3 kali. Ini adalah pedoman yang dikemukakan oleh Fisioterapi Nasional Indonesia untuk mencegah beban berlebih pada otot.
Selanjutnya, perlu diingat untuk fokus pada semua kelompok otot secara proporsional untuk menghindari risiko cedera akibat ketegangan berlebihan pada area tertentu.
Tanda-tanda Stretching Berlebihan
Beberapa tanda dapat menunjukkan bahwa stretching telah dilakukan secara berlebihan. Jika seseorang merasakan nyeri tajam, penting untuk segera menghentikan aktivitas stretching karena hal ini dapat menandakan adanya kerusakan pada otot.
Selain itu, proses pemulihan yang lama setelah melakukan stretching juga mengindikasikan bahwa stretching telah dilakukan melebihi batas. Tubuh yang sehat seharusnya bisa pulih dengan cepat dari perdangan.
Tidak kalah penting, jika ketidaknyamanan masih dirasakan saat bergerak beberapa hari setelah stretching, sebaiknya saran dari profesional dicari untuk penanganan yang tepat.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: