Senin, 29 DESEMBER 2025 • 21:20 WIB

Kecerdasan Buatan Menjadi Pilihan Utama Remaja untuk Konsultasi Kesehatan Mental

Author

Kecerdasan Buatan Menjadi Pilihan Utama Remaja untuk Konsultasi Kesehatan Mental

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak remaja di Amerika Serikat menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari saran terkait kesehatan mental. Sekitar 13 persen dari 1.058 remaja yang diteliti mengaku pernah memanfaatkan AI dalam hal ini.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?

Hasil studi yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open pada 7 November 2025 ini mengungkapkan bahwa mayoritas remaja merasa saran yang mereka terima dari AI sangat membantu dalam mengatasi berbagai masalah yang dialami.

Data dan Temuan Penelitian

Penelitian ini melibatkan remaja berusia 12 hingga 21 tahun dan menemukan bahwa 66 persen responden menggunakan chatbot setidaknya sekali dalam sebulan. Hal ini mencerminkan kecenderungan remaja yang mencari dukungan melalui media digital.

Kelompok usia 18 hingga 21 tahun menjadi yang paling dominan dalam penggunaan AI untuk saran kesehatan mental, dengan sekitar 22 persen dari mereka mengaku pernah menggunakan chatbot. Faktor-faktor seperti biaya rendah, akses instan, dan rasa privasi yang lebih terjaga berkontribusi pada keputusan mereka.

Oleh karena itu, kecerdasan buatan dilihat sebagai alternatif menarik bagi remaja yang mungkin merasa enggan untuk mengakses layanan konseling tradisional.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan

Pandangan Peneliti

Ateev Mehrotra, penulis studi dan profesor di Brown University School of Public Health, mengungkapkan bahwa, "Selama ini banyak pembicaraan bahwa remaja menggunakan ChatGPT untuk saran kesehatan mental, tetapi sejauh pengetahuan kami, belum ada yang benar-benar mengukur seberapa umum hal ini."

Mehrotra juga menyatakan keheranannya terhadap tingginya angka ini, memperhatikan bahwa lebih dari satu dari 10 remaja dan dewasa muda telah menggunakan sistem AI generatif untuk konsultasi kesehatan mental. "Saya menemukan angka ini sangat tinggi, terutama karena prevalensinya lebih besar pada kelompok dewasa muda," tambahnya.

Hal ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam cara remaja mendekati masalah kesehatan mental mereka.

Kekhawatiran dan Tindakan Responsif

Meskipun meningkatnya penggunaan chatbot untuk isu kesehatan mental yang sensitif, peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut. Ini penting untuk memahami dampak dari penggunaan AI bagi anak muda dengan kondisi kesehatan mental tertentu.

Mehrotra menegaskan, "Pertanyaan kuncinya adalah bagaimana sistem AI ini bisa benar-benar membantu, namun tetap meminimalkan potensi bahayanya."

Menanggapi tren ini, beberapa perusahaan teknologi telah memperketat pengamanan sistem mereka. Mereka mendorong pengguna yang berada dalam kondisi krisis untuk menghubungi tenaga profesional, keluarga, atau layanan bantuan darurat kesehatan mental.

Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU