Perum Bulog bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan teknologi baru untuk menjaga kualitas stok beras dan mencegah serangan hama. Kerja sama ini dilakukan seiring meningkatnya pencapaian stok beras nasional yang mencapai rekor tertinggi pada awal tahun 2026.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Anggota DPR dari Kalangan Selebritas
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa inovasi ini penting untuk memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan beras yang dikelola oleh Bulog akan memiliki kualitas lebih baik dan tahan lama.
Kerjasama Strategis untuk Kualitas Beras
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa penguatan kualitas beras memiliki peranan penting seiring dengan kenaikan stok nasional yang dikelola. Upaya ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan ketahanan beras yang disimpan dalam gudang.
Rizal menjelaskan, "Kami seperti biasanya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kualitas masing-masing produk beras. Bahkan kami sudah memperoleh teknologi baru dari BRIN."
Kolaborasi ini mendorong pemeliharaan beras dengan cara yang lebih modern, memastikan beras tetap dalam kondisi optimal. Rizal menambahkan bahwa dukungan dari BRIN akan semakin menguatkan strategi pemeliharaan di masa mendatang.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia yang Cocok untuk Liburan Sendirian
Pola Pemeliharaan yang Sistematis
Bulog menerapkan pola pemeliharaan beras yang terstruktur, dengan tindakan pengawasan harian hingga semesteran. Setiap indikasi gangguan pada beras langsung direspon untuk mencegah penyebaran hama.
Rizal menjelaskan, "Dengan pola itu, setiap indikasi gangguan hama langsung dilakukan tindakan percepatan sehingga penyakit tidak menyebar ke yang lain."
Melalui pendekatan ini, Bulog berupaya menjaga kualitas tinggi beras agar tidak terpengaruh oleh serangan hama yang dapat merugikan nilai produk.
Mencapai Rekor Stok Beras
Penguatan kualitas stok beras diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap cadangan pangan pemerintah. Perum Bulog mencatatkan stok beras sebanyak 3,24 juta ton pada awal tahun 2026, angka tertinggi sejak lembaga tersebut didirikan.
Capaian ini tidak lepas dari serapan gabah dan beras nasional yang juga mencetak rekor, mencerminkan kerja keras Bulog dalam menjaga pasokan beras di seluruh Indonesia.
Kolaborasi antara Bulog dan BRIN merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memastikan stabilitas pasokan dan mutu beras nasional sepanjang tahun 2026.
Baca juga: Kejadian Penjarahan Rumah Uya Kuya: Imbas Video Viral dan Permintaan Maaf yang Disampaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: