Musisi dan dokter bedah plastik Tompi baru-baru ini memberikan kritik tajam terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyinggung kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Tompi menekankan bahwa keadaan yang dikenal sebagai ptosis tersebut bukanlah bahan candaan, serta mengajak publik untuk berpikir lebih kritis dalam melontarkan lelucon.
Ptosis: Bukan Hanya Masalah Penampilan
Dalam unggahannya di Instagram, Tompi menjelaskan mengenai kondisi mata yang tampak 'mengantuk', yang secara medis dikenal sebagai ptosis. Ia menegaskan, 'Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata… bukan bahan lelucon.'
Menurut informasi dari Cleveland Clinic, ptosis bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dan tidak selalu berkaitan dengan kelelahan. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kondisi medis ini sangat penting untuk diinternalisasi.
Baca juga: Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dampak Negatif dari Stigma dan Lelucon
Tompi juga menilai bahwa menyinggung kondisi fisik seseorang merupakan tindakan yang tidak pantas dan menunjukkan ketidakpekaan. Ia menyatakan, 'Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir.'
Dampak dari stigma ini, menurut dokter spesialis bedah plastik okulo-fasial, dr. Philip Rizzuto, dapat mengganggu perkembangan penglihatan anak-anak yang mengalaminya. 'Seorang anak tidak akan mengembangkan penglihatan normal jika kelopak matanya menghalangi mata,' ungkap Rizzuto.
Penanganan dan Kesadaran Sosial Terhadap Ptosis
Dalam konteks medis, ptosis tidak hanya berpengaruh pada penampilan, tetapi juga bisa menyebabkan masalah penglihatan lainnya, seperti penglihatan ganda dan nyeri akibat kompensasi otot wajah. Hal ini membutuhkan perhatian serius dari masyarakat lebih luas.
Tompi juga menyerukan pentingnya mengedepankan martabat manusia dalam diskusi publik. Penanganan untuk ptosis bervariasi tergantung pada penyebabnya dan dapat mencakup terapi dasar atau operasi untuk memperbaiki otot kelopak mata, sebagaimana dijelaskan oleh American Academy of Ophthalmology.
Baca juga: Tindakan Kecil yang Mengungkapkan Cinta kepada Pasangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: