Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengonfirmasi penanganan sepuluh kasus infeksi Influenza A H3N2 subclade K, dikenal sebagai 'super flu'. Satu pasien di antaranya dilaporkan meninggal dunia selama perawatan di rumah sakit.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Pasien yang meninggal memiliki riwayat komorbid yang signifikan, dan penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh tim medis.
Profil dan Jumlah Kasus
Dari sepuluh pasien yang terinfeksi, rentang usia bervariasi, termasuk dua bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, hingga dewasa berusia antara 20 hingga 60 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa virus 'super flu' bisa menyerang berbagai kelompok usia, namun dampaknya lebih signifikan pada pasien dengan kondisi kesehatan bawaan.
Menurut pihak rumah sakit, meskipun virus ini dapat menyerang siapa saja, pasien dengan komorbid mengalami gejala yang lebih berat, membutuhkan perhatian medis khusus.
Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran
Penyelidikan Kematian
Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung sedang menyelidiki penyebab kematian pasien yang terinfeksi. Ketua Pinere, dr Yovita Hartantri, menyatakan, 'Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif.'
Peneliti juga sedang menganalisis apakah kematian tersebut disebabkan oleh 'super flu' secara langsung, atau komplikasi dari penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Perbedaan 'Super Flu' dan Influenza Musiman
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr Iwan Abdul Rachman, menjelaskan bahwa 'super flu' memiliki potensi infeksi yang lebih serius dibandingkan dengan influenza musiman biasa. Ia memberikan penjelasan lebih lanjut, 'Yang kami lakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin tentunya kami siap memberikan pelayanan pada siapapun pasien yang membutuhkan layanan tersebut.'
Dengan risiko yang meningkat, rumah sakit telah meningkatkan kapasitas pelayanan untuk menangani pasien-pasien yang terinfeksi Influenza A H3N2 demi merespons situasi ini dengan efektif.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: