Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 21:19 WIB

Kafein dan Manfaat Kesehatan: Studi Terbaru Tentukan Peran Pentingnya

Author

Kafein dan Manfaat Kesehatan: Studi Terbaru Tentukan Peran Pentingnya

Minuman berkafein, seperti kopi, bukan hanya sekadar penyegar, tetapi juga berpotensi berkontribusi pada penurunan lemak tubuh serta mengurangi risiko diabetes. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Medicine mengungkapkan hubungan signifikan antara kadar kafein dalam darah, berat badan, dan risiko diabetes tipe 2.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Kafein berfungsi dalam pengaturan massa lemak tubuh dan berperan sebagai faktor risiko diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskular. Penelitian melibatkan hampir 10.000 partisipan, memberikan pemahaman baru mengenai manfaat kafein bagi kesehatan manusia.

Analisis Terhadap Penanda Genetik

Penelitian ini menggunakan data dari hampir 10.000 individu untuk mengeksplorasi hubungan antara kadar kafein, indeks massa tubuh (IMT), dan risiko diabetes tipe 2. Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi kafein yang lebih tinggi dalam plasma darah berasosiasi dengan IMT yang lebih rendah dan pengurangan massa lemak tubuh.

Tim peneliti dari Karolinska Institute, University of Bristol, dan Imperial College London menemukan bahwa manfaat ini terjadi melalui mekanisme biologis yang kompleks terkait metabolisme kafein. Hal ini menunjukkan bahwa kafein tidak hanya berfungsi sebagai stimulan, namun juga memiliki peran dalam pengaturan berat badan.

Studi ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana metabolisme dan pengolahan kafein dalam tubuh dapat memiliki efek langsung pada kesehatan.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Peran Genetik dalam Metabolisme Kafein

Lebih lanjut, penelitian menganalisis variasi genetik yang mempengaruhi kecepatan tubuh dalam memecah kafein. Gen CYP1A2 dan AHR dikenal sebagai 'pengatur' yang mempengaruhi durasi efek kafein di dalam tubuh.

Orang dengan variasi gen yang memperlambat pemecahan kafein cenderung memiliki kadar kafein yang bertahan lebih lama, meskipun mereka mungkin mengonsumsi lebih sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan metabolisme dapat mempengaruhi efektivitas kafein dalam pengurangan lemak tubuh.

Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kafein tidak seragam di antara individu, yang dapat memiliki implikasi bagi strategi penurunan berat badan.

Kafein dan Kesehatan Jantung

Hasil studi menunjukkan bahwa kemampuan kafein dalam mengurangi risiko diabetes tipe 2 berkaitan dengan penurunan massa lemak tubuh. Sekitar setengah dari efek ini disebabkan oleh hilangnya lemak, tanpa dampak negatif pada kesehatan jantung.

Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kafein dan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk fibrilasi atrium, gagal jantung, dan stroke. Ini memberikan kabar baik bagi para penggemar minuman berkafein.

Walaupun demikian, penting untuk diingat bahwa manfaat kafein memiliki batasan. Peneliti mencatat bahwa kafein dapat meningkatkan produksi panas dan mengkonversi lemak menjadi energi, berperan dalam proses metabolisme secara keseluruhan.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU