Kekurangan vitamin D menjadi masalah kesehatan yang semakin meluas, khususnya di area dengan paparan sinar matahari yang minim.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh
Ada sejumlah gejala yang dapat mengindikasikan bahwa seseorang mungkin mengalami kekurangan vitamin D dalam tubuh.
Gejala Fisik Kekurangan Vitamin D
Salah satu gejala utama yang sering muncul adalah rasa lelah dan lemas. Hal ini terjadi karena vitamin D berperan penting dalam fungsi otot serta kekuatan energi.
Rasa sakit pada otot dan tulang juga merupakan indikator yang umum. Vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang dengan mengatur penyerapan kalsium.
Kondisi kulit kering serta munculnya bercak kehijauan atau kemerahan bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan vitamin ini. Kesehatan kulit sangat dipengaruhi oleh ketersediaan vitamin D.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta kepada Indonesia Meski Alami Insiden Penjarahan
Dampak Jangka Panjang Kekurangan Vitamin D
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis), terutama bagi orang tua yang mulai mengalami penurunan kepadatan tulang. Ini menjadi masalah serius seiring bertambahnya usia.
Sebuah studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D berhubungan dengan masalah kesehatan mental, termasuk depresi. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan suasana hati.
Dalam jangka waktu lebih lama, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah berkorelasi dengan masalah kesehatan serius tersebut.
Cara Mencegah Kekurangan Vitamin D
Paparan sinar matahari secara teratur merupakan sumber utama vitamin D. Penting untuk meluangkan waktu di luar ruangan, terutama di pagi hari saat sinar matahari optimal.
Mengonsumsi makanan kaya vitamin D, seperti ikan salmon, minyak hati ikan cod, dan produk susu fortifikasi juga sangat dianjurkan.
Dalam beberapa kasus, penggunaan suplemen vitamin D mungkin diperlukan, terutama bagi individu yang berisiko tinggi kekurangan. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli kesehatan sebelum memulai suplemen.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: