Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:55 WIB

Anak Menghabiskan Rata-rata 3-6 Jam di Gawai, Perempuan Mendominasi Penggunaan

Author

Anak Menghabiskan Rata-rata 3-6 Jam di Gawai, Perempuan Mendominasi Penggunaan

Sebuah studi terbaru oleh Save the Children Indonesia tahun 2025 mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen anak usia sekolah menengah pertama menghabiskan waktu antara tiga hingga enam jam per hari di depan gawai.

Baca juga: Dolby Vision 2: Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Data tersebut menunjukkan anak perempuan lebih aktif menggunakan perangkat digital dibandingkan anak laki-laki, menciptakan kekhawatiran mengenai pola penggunaan teknologi di kalangan anak-anak.

Pola Penggunaan Gawai di Kalangan Anak-anak

Penelitian menunjukkan waktu puncak penggunaan gawai oleh anak-anak terjadi antara pukul 18.00 hingga 21.00. Saat ini, anak-anak memanfaatkan waktu untuk mengakses media sosial dan konten digital lainnya.

Walaupun banyak sekolah melarang penggunaan telepon seluler selama jam pelajaran, anak-anak tetap berusaha mengakses gawai, menandakan bahwa dunia digital telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple

Dampak Kesehatan Mental dan Literasi Digital

Meskipun terdapat peningkatan literasi digital, hal ini tidak selalu berkontribusi positif terhadap kesejahteraan mental anak-anak. Semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk dampaknya pada kesehatan mental mereka.

Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia, menjelaskan, 'Meskipun anak-anak menyadari adanya risiko di dunia digital seperti penipuan dan perundungan siber, mereka sering kali tidak tahu bagaimana bereaksi dengan aman.'

Penekanan pada Perlindungan Anak dan Keamanan Digital

Dalam menghadapi tantangan penggunaan gawai, Save the Children Indonesia menekankan perlunya pendekatan perlindungan anak yang komprehensif. Ini mencakup peningkatan keterampilan digital dan dukungan kesehatan mental bagi anak-anak.

Dessy menambahkan, 'Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat, dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman.'

Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU