Super flu, terutama yang disebabkan oleh virus H3N2, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghindari antibodi yang telah terbentuk akibat infeksi sebelumnya. Hal ini menyebabkan pasien yang pernah mengalami flu sebelumnya tetap dapat mengalami gejala berat saat terinfeksi super flu.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial
Menurut dokter spesialis paru, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), super flu tidak bisa disamakan dengan influenza musiman biasa karena mekanisme infeksinya dan dampaknya yang lebih serius terhadap kesehatan individu.
Imunitas dan Antibody dalam Menghadapi Infeksi
Saat seseorang terinfeksi flu, tubuh akan secara alami memproduksi antibodi sebagai bentuk pertahanan. Antibodi ini bertugas mengenali virus dan membantu mengatasi infeksi dan paparan ulang yang mungkin terjadi.
Pada kasus influenza biasa, mekanisme pertahanan ini sering kali efektif mengurangi gejala. Namun, super flu dengan virus H3N2 mampu menggagalkan fungsi antibodi yang ada, sehingga perlindungan imun menjadi tidak optimal.
Baca juga: Denza D9: MPV Mewah dengan Teknologi Canggih Meluncur di China
Kemampuan Super Flu Menghindari Antibodi
Virus H3N2 memiliki sifat untuk bersembunyi dari antibodi yang terbentuk akibat infeksi influenza sebelumnya. Karena itu, sistem imun merespons seolah-olah virus ini adalah jenis yang baru, yang memperlambat respons imun pada tahap awal.
Sebagai akibatnya, dr. Brigitta menjelaskan bahwa sistem imun harus bekerja lebih keras untuk melawan super flu, sehingga meningkatkan kemungkinan munculnya gejala yang lebih berat pada individu yang terinfeksi.
Dampak Super Flu pada Pasien dengan Komorbid
Individu yang memiliki penyakit penyerta, atau komorbid, berisiko tinggi mengalami dampak serius akibat super flu. Ini disebabkan oleh kondisi sistem imun mereka yang mungkin lebih lemah dan kurang mampu menangkal infeksi.
Walaupun vaksin influenza tidak selalu dapat sepenuhnya mencegah super flu, ia berfungsi melatih sistem imun untuk mengenali dan merespons infeksi lebih efektif, sehingga dapat mengurangi tingkat gejala berat dan kematian.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Bug Keamanan yang Berpotensi Curi Data Pengguna Apple
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: