Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa lebih dari 28 juta orang di Indonesia diperkirakan mengalami gangguan mental, mengacu pada data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angka tersebut berasal dari proporsi global, menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang dapat menghadapi masalah kesehatan mental.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Dalam rapat kerja dengan DPR-RI Komisi IX, Menkes menjelaskan, "Kalau Indonesia (penduduknya) 280 juta, ya minimal 28 juta punya masalah kejiwaan. Bisa itu depression disorder, anxiety disorder, yang lebih berat, skizofrenia, ADHD, ada banyak juga."
Perluasan Layanan Kesehatan Mental di Indonesia
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan rencana untuk meningkatkan tatalaksana masalah kesehatan mental di tingkat puskesmas. Rencana ini mencakup penyediaan pelayanan konseling dan obat-obatan bagi individu yang mengalami gangguan jiwa.
"Kalau kita mau masukin psikiater, dokter-dokter khusus ini kan nggak bakal kekejar, ada 10 ribu puskesmas, paling ada berapa," ujarnya, menekankan kebutuhan akan keterlibatan dokter umum.
Dengan demikian, diharapkan dokter umum di puskesmas dapat meresepkan psikofarmaka bagi pasien yang memerlukan. Ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam menangani masalah kesehatan mental di masyarakat.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental, diharapkan lebih banyak warga mendapatkan akses yang mereka butuhkan untuk perawatan.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
Jenis-Jenis Gangguan Mental
Gangguan mental dibagi menjadi berbagai jenis, termasuk gangguan kecemasan, attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), autism spectrum disorder (ASD), gangguan bipolar, dan depresi. Kementerian Kesehatan juga mencatat gangguan lain yang patut diperhatikan seperti skizofrenia, gangguan makan, dan gangguan perilaku disruptif.
Setiap jenis gangguan mental memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda, menunjukkan pentingnya pelatihan bagi tenaga medis dalam menangani pasien. Hal ini mempertegas kebutuhan masyarakat akan informasi yang lebih baik mengenai berbagai jenis gangguan jiwa.
Penting bagi masyarakat untuk memahami kondisi ini agar dapat mengenali tanda-tanda yang ada pada diri mereka maupun orang lain. Pembekalan informasi yang mencukupi akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental.
Gejala Gangguan Jiwa yang Perlu Diwaspadai
Gejala gangguan mental dapat bervariasi sesuai dengan jenis gangguan yang dialami oleh individu. Namun, gejala umum yang perlu diperhatikan termasuk perubahan suasana hati, perubahan perilaku, gangguan berpikir, serta masalah fisik.
"Penting untuk mengetahui gejalanya agar perawatan masalah kesehatan jiwa bisa dilakukan," ungkap Menkes. Gejala-gejala tersebut meliputi suasana hati berkelanjutan yang tidak biasa dan perilaku yang cenderung menarik diri dari interaksi sosial.
Selain itu, kesulitan dalam konsentrasi dan munculnya pikiran negatif berulang, serta masalah tidur dan perubahan berat badan tanpa sebab jelas menjadi indikasi penting untuk diperhatikan. Mengenali tanda ini bisa menjadi langkah awal dalam mencari bantuan.
Baca juga: Tips Ampuh untuk Mencegah Cedera Saat Berolahraga
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: