Selasa, 20 JANUARI 2026 • 17:25 WIB

Bahaya Kebiasaan Mengonsumsi Boba Tea Terlalu Sering: Kasus Kerusakan Ginjal di Taiwan

Author

Bahaya Kebiasaan Mengonsumsi Boba Tea Terlalu Sering: Kasus Kerusakan Ginjal di Taiwan

Seorang wanita berusia 26 tahun di Taiwan mengalami kerusakan ginjal parah akibat konsumsi boba tea setiap hari.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR dari Kalangan Selebritas

Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan kadar racun dalam darahnya mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Kondisi Kesehatan yang Mengkhawatirkan

Kasus ini bermula ketika Xiao Han, seorang pekerja kantoran, dilarikan ke rumah sakit pada awal Januari 2026 karena kesulitan bernapas. Pemeriksaan medis menunjukkan paru-parunya dipenuhi cairan, akibat dari kerusakan ginjal yang parah.

Dokter menemukan bahwa kadar racun dalam darahnya telah mencapai tingkat yang sangat berbahaya, sehingga tim medis melakukan intubasi darurat dan dialisis sebagai upaya penyelamatan.

Menurut ahli nefrologi di Taipei, Hong Yongxiang, Xiao Han sebenarnya telah merasakan tanda-tanda peringatan selama enam bulan terakhir, namun menganggapnya sebagai kelelahan kerja. Pembengkakan wajah yang terjadi tidak diindahkan, hingga akhirnya diagnosis serius muncul.

Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran

Penyebab Kerusakan Ginjal

Pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa Xiao Han menderita proteinuria dan glomerulonefritis kronis yang sudah lama tidak diobati. Pola makan yang buruk, khususnya konsumsi minuman manis, dikategorikan sebagai salah satu penyebab utama kegagalan fungsinya.

Dokter Hong menjelaskan, "Konsumsi minuman manis setiap hari, dikombinasikan dengan pola tidur yang tidak teratur dan kebiasaan tidak sehat lainnya, menjadi titik kritis yang dengan cepat mendorong ginjalnya yang sudah rusak menuju gagal ginjal."

Dia menekankan bahwa boba tea, yang mengandung sirup fruktosa tinggi, dapat memicu risiko kerusakan ginjal jika dikonsumsi berlebihan. Fruktosa dapat meningkatkan produksi asam urat dan memicu peradangan dalam organ vital ini.

Peringatan untuk Masyarakat

Dokter Hong menganggap budaya konsumsi bubble tea yang semakin berkembang sebagai ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Gejala penyakit ginjal sering kali tidak terlihat pada tahap awal, sehingga mendeteksi lebih dini sangat penting.

Gejala akan mulai muncul setelah lebih dari 70 persen fungsi ginjal hilang, menegaskan perlunya perhatian pada tanda-tanda yang mungkin dianggap sepele. Beberapa kebiasaan sepela yang dapat merusak ginjal termasuk kurang tidur dan penyalahgunaan obat tanpa pengawasan dokter.

"Ginjal tidak memiliki sistem cadangan seperti organ lain, dan begitu gagal, kualitas hidup dapat menurun drastis," tambah Hong, memperingatkan pentingnya menjaga kesehatan ginjal di tengah tren konsumsi yang kian meningkat.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Komisi DPR Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU