Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat 74 kasus baru influenza A(H3N2) dalam rentang waktu 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 setelah memeriksa 204 spesimen.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone dengan Baterai 15.000 mAh di 828 Global Fan Festival 2025
Sebagian besar kasus terdeteksi di daerah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, dengan puncak kejadian terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025.
Tren Kasus Influenza A(H3N2)
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menginformasikan bahwa setelah mencapai puncak pada minggu ke-40, jumlah kasus influenza subclade K menunjukkan penurunan.
Ia juga mencatat bahwa tidak ada penambahan kasus baru yang tercatat sejak minggu ke-52, dan mayoritas pasien hanya mengalami gejala ringan hingga sedang.
Namun, pada kelompok rentan seperti lansia, kasus yang lebih serius lebih sering terjadi, terutama pada individu dengan komorbiditas.
Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran
Gejala yang Ditemui Pasien
Dr. Nastiti Kaswandani dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa gejala yang muncul akibat subclade K mirip dengan influenza A biasa.
Para pasien umumnya mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri tenggorokan, serta keluhan pernapasan, yang bisa membingungkan saat diagnosis awal.
Hal ini menegaskan bahwa diagnosis memerlukan penelitian lebih mendalam, bukan hanya berdasarkan pemeriksaan fisik.
Kesadaran Kesehatan Masyarakat
Tenaga medis dan dokter diimbau untuk lebih aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko influenza, khususnya pada kelompok berisiko tinggi.
Masyarakat juga perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan dan mengikuti protokol kesehatan untuk mengurangi infeksi.
Pentingnya meningkatkan kesadaran akan virus H3N2 sebagai salah satu penyebab utama influenza musiman tak boleh diabaikan, sehingga dampak buruk bagi kesehatan masyarakat dapat diminimalisir.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: