Rabu, 28 JANUARI 2026 • 13:55 WIB

Pengaruh Pola Makan terhadap Suasana Hati dan Energi Tubuh

Author

Pengaruh Pola Makan terhadap Suasana Hati dan Energi Tubuh

Makanan berperan penting tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa pilihan makanan sehari-hari memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik.

Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Ini yang Perlu Diketahui

Pola makan yang tepat dapat meningkatkan mood, sementara makanan tertentu dapat memperburuknya. Dengan memahami keterkaitan ini, individu dapat membuat pilihan yang lebih berinformasi untuk kesehatan mereka.

Makanan dan Hubungan dengan Mood

Keterkaitan antara makanan dan suasana hati telah menjadi fokus banyak penelitian. Sebagai contoh, makanan yang kaya akan omega-3, seperti ikan salmon, mampu membantu mengurangi gejala depresi.

Selain itu, makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi merah dan gandum utuh, terbukti dapat meningkatkan kadar serotonin di otak, yang dikenal sebagai 'hormon bahagia'.

Di sisi lain, konsumsi makanan dengan tinggi kadar gula dan lemak jenuh dapat menyebabkan fluktuasi energi yang melemahkan mood, menyebabkan seseorang merasa cepat marah atau kelelahan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan

Energi yang Diberikan oleh Makanan

Setiap jenis makanan memberikan energi dalam bentuk kalori, tetapi tidak semua kalori memiliki efek yang sama. Sumber kalori yang berbeda dapat memengaruhi tingkat energi secara bervariasi.

Makanan yang telah diproses dan mengandung gula tambahan seringkali memberikan lonjakan energi yang cepat, namun diikuti dengan penurunan drastis yang menyebabkan kelelahan.

Sebagai alternatif, makanan alami seperti sayuran, buah, dan biji-bijian utuh menyediakan energi yang stabil, membantu seseorang tetap aktif sepanjang hari.

Hubungan Emosional dengan Makanan

Banyak individu memiliki keterkaitan emosional dengan makanan, yang sering dikenal dengan istilah 'emotional eating'. Ini terjadi saat seseorang merasa terdorong untuk makan bukan karena lapar, melainkan sebagai cara untuk meredakan stres atau emosi negatif.

Menghindari konsumsi makanan berlemak dan manis saat menghadapi stres memerlukan usaha yang signifikan, tetapi beralih ke alternatif sehat sangatlah penting untuk mendukung perbaikan suasana hati.

Contohnya, mengganti camilan tidak sehat dengan yogurt sambil menonton film dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi ketergantungan pada makanan yang kurang bernutrisi saat mengalami tekanan.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU