Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital dan media sosial. Ketidakmampuan untuk menghindari perasaan tidak berharga ini dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan mental individu.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Kecemasan dan tekanan yang ditimbulkan oleh FOMO sering kali mengarah pada tingkat kepuasan yang rendah dalam hidup, membuatnya menjadi isu yang perlu diperhatikan secara serius dalam masyarakat modern.
Definisi FOMO dan Asalnya
Fear of Missing Out (FOMO) adalah istilah yang menggambarkan perasaan cemas yang dialami seseorang ketika merasa tertinggal dalam momen penting yang dialami oleh orang lain. Istilah ini semakin dikenal luas seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial.
Media sosial menjadi sumber utama timbulnya perasaan FOMO, karena individu sering melihat postingan yang menunjukkan kegembiraan dan kebahagiaan orang lain. Situasi ini dapat mendorong orang untuk merasa tertekan jika mereka merasa tidak dapat berpartisipasi dalam pengalaman tersebut.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kulit: Apa yang Perlu Diketahui
Dampak Psikologis dari FOMO
FOMO dapat mengarah pada kecemasan berlebihan dan dapat merusak rasa percaya diri seseorang. Individu yang terus-menerus membandingkan hidup mereka dengan orang lain berisiko merasa tidak puas dengan hidup mereka sendiri.
Kurangnya kepuasan hidup ini dapat mengganggu kesejahteraan mental dan mengurangi motivasi untuk terlibat dalam aktivitas positif. Dalam beberapa kasus, dampak ini dapat berlanjut hingga menyebabkan masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Strategi Mengatasi FOMO
Salah satu strategi yang efektif untuk mengatasi FOMO adalah dengan mengatur batasan pada penggunaan media sosial. Dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk melihat kehidupan orang lain, individu dapat lebih fokus pada pengalaman dan kebahagiaan diri mereka sendiri.
Selain itu, menyadari bahwa tidak ada hidup yang sempurna dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan. Setiap individu memiliki perjalanan hidup yang unik, dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya memperburuk perasaan negatif.
Baca juga: Destinasi Terbaik untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: