Sebuah insiden memicu perhatian publik terjadi di Mijen, Semarang, ketika seorang remaja berusia 17 tahun terjatuh ke dalam sumur sedalam 16 meter. Proses evakuasi yang berlangsung selama tujuh jam melibatkan tim pemadam kebakaran yang menghadapi berbagai rintangan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan
Korban, berinisial SFP, dilaporkan mengalami masalah kesehatan mental, yang berpengaruh pada situasi evakuasi di mana ia sempat melawan petugas. Keluarga menyatakan bahwa kejadian ini cukup menegangkan dan membutuhkan penanganan segera.
Latar Belakang Insiden
Peristiwa tragis ini terjadi di Kampung Kuripan, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen. Korban, SFP, jatuh ke dalam sumur di samping rumahnya ketika orangtuanya memanggil dokter untuknya.
Ponirah, nenek korban, memberi tahu bahwa pada pagi hari insiden, SFP berlari ke dalam sumur setelah mengetahui adanya dokter. "Tahu ada dokter datang, cucu saya lari meski udah di pegang bapaknya tapi lepas dan tahu tahu udah di dalam sumur," ungkapnya.
Menurut Lurah Wonolopo, Rina Sugimurwani, SFP telah beberapa hari tidak mengonsumsi obat yang diperuntukkan bagi gangguan jiwanya, sehingga situasi semakin rumit.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C yang Perkuat Daya Tahan Tubuh
Proses Evakuasi yang Sulit
Warga setempat mencoba untuk mengevakuasi SFP sendiri, tetapi mereka terpaksa meminta bantuan petugas pemadam kebakaran setelah korban menunjukkan tanda-tanda kecemasan. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti, mengonfirmasi bahwa tim segera dikerahkan setelah menerima informasi.
Keberadaan SFP di dalam sumur mencapai kedalaman 16 meter complicating situation. Petugas harus bekerja dengan hati-hati mengingat berat badan korban yang mencapai 100 kilogram dan kondisi cuaca yang hujan.
Selama upaya penyelamatan, SFP menunjukkan penolakan dan bahkan menyerang salah satu anggota tim, menambah kesulitan bagi petugas yang berusaha membujuknya untuk keluar.
Metode Ekstrem untuk Menyelamatkan Korban
Setelah tujuh jam dalam kondisi sulit, petugas terpaksa memilih metode yang ekstrem. "Berbagai metode kita lakukan dan udah menjelang malam, kita pilih cara yang ekstrem, korban kita kasih pelampung dan kita pasang tali kemudian kita isi air kedalam sumur," jelas Ade.
Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu proses pengisian air ke dalam sumur. Dengan cara ini, tim berharap bisa mengangkat SFP ke permukaan dengan aman.
Akhirnya, setelah berbagai upaya yang dilakukan, SFP berhasil dievakuasi dengan selamat, dan seluruh masyarakat setempat mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah berperan penting dalam situasi yang mendesak.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Menjaga Kesehatan Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: