Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, memperingatkan tentang risiko serius yang ditimbulkan oleh virus Nipah. Meskipun belum terdeteksi di dalam negeri, virus ini memiliki tingkat fatalitas yang tinggi dan gejala mirip infeksi pernapasan biasa.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Benjamin menekankan pentingnya pengawasan dan kewaspadaan kesehatan, terutama bagi individu yang baru kembali dari perjalanan luar negeri, demi mencegah kemungkinan penyebaran virus ini.
Karakteristik dan Bahaya Virus Nipah
Virus Nipah adalah zoonosis yang dapat berpindah dari hewan ke manusia, dengan kemungkinan penularan antar manusia. Gejala awalnya serupa dengan infeksi saluran pernapasan atas, tetapi bisa berkembang menjadi pneumonia yang parah.
Tingkat kematian akibat virus ini mengkhawatirkan, berkisar antara 40-75%, tergantung pada epidemiologi dan sistem perawatan kesehatan setempat. Benjamin menyatakan, 'Jadi sangat membahayakan.'
Virus ini dapat memicu infeksi serius pada paru-paru, sehingga perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk menilai risiko sangatlah penting.
Baca juga: Rumah Uya Kuya Dijerang Massa, Permintaan Maaf Tercetus
Pencegahan dan Pengawasan Kesehatan
Pemerintah telah melaksanakan sejumlah langkah preventif, seperti memperkuat protokol karantina di pintu masuk, khususnya di bandara. Benjamin menyatakan, 'Controlling ketat itu paling penting. Jadi controlling ketat, maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat.'
Setiap individu yang tiba dari luar negeri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan mendetail. 'Maka saya setiap ke airport di mana pun di Indonesia selalu ke Balai Karantina Kesehatan kita,' jelasnya.
Fasilitas kesehatan di bandara dirasa cukup untuk melakukan pemeriksaan awal guna mengidentifikasi potensi infeksi virus Nipah, langkah yang krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian virus.
Situasi Global dan Tindakan Pemerintah India
Secara global, perkembangan terbaru menunjukkan munculnya dua kasus virus Nipah di India sejak September 2025. Dalam menghadapi ancaman ini, pemerintah India sudah mengambil langkah ketat dengan menerapkan lockdown untuk membatasi penyebarannya.
Meskipun virus Nipah tidak seinfeksius COVID-19, Benjamin mengingatkan bahwa jika terinfeksi, situasinya bisa sangat mengkhawatirkan. 'Moga-moga jangan sampailah, karena bisa sangat mengganggu,' tambahnya.
Tindakan preventif India dapat menjadi teladan bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko penyebaran virus yang sama.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: