Rully Anggi Akbar terjerat dalam dugaan penipuan investasi di tengah proses perceraian dengan Boiyen, yang dimulai sejak Januari 2026. Investigasi ini menambah kompleksitas dalam hubungan yang telah resmi terputus setelah hanya dua bulan pernikahan.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Nyaman dan Menyenangkan
Kuasa hukum Boiyen mengklaim bahwa kliennya sama sekali tidak mengetahui tentang tuduhan tersebut, sementara Rully menyampaikan bahwa komunikasinya dengan Boiyen selama pernikahan telah berlangsung terbuka. Situasi ini menciptakan ketegangan yang semakin mendalam dalam pergulatan hukum mereka.
Konteks Perceraian dan Laporan Polisi
Rully Anggi Akbar dan Boiyen melangsungkan pernikahan pada 15 November 2025 di ICE BSD. Namun, pernikahan tersebut hanya bertahan sekitar dua bulan, dan pada Januari 2026, Boiyen menggugat cerai Rully.
Di tengah proses perceraian, terkuak laporan polisi yang menuduh Rully melakukan penipuan investasi. Kuasa hukum Boiyen, Anselmus Mallofiks, menjelaskan bahwa kliennya terkejut dengan laporan tersebut, menunjukkan bahwa Boiyen tidak mengetahui situasi tersebut.
Anselmus menegaskan, "Yang bisa kami beritahukan sekarang adalah klien kami, Mbak Yeni (Boiyen), itu sama sekali tidak mengetahui berkaitan dengan perdebatan-perdebatan atau lapor-laporan...". Pihak Boiyen berupaya untuk menjaga jarak dari masalah hukum yang terlibat.
Klarifikasi dari pihak Boiyen mengenai ketidakberdayaan atas tuduhan tersebut semakin memperumit proses hukum dalam perceraian mereka.
Pernyataan Rully Anggi Akbar
Dalam sebuah kesempatan, Rully menyatakan bahwa pernikahannya dengan Boiyen dalam keadaan baik dan semua permasalahan akhirnya disampaikan kepadanya. Ia mengungkapkan, "Hubungan kami sampai hari ini masih baik-baik saja. Dari awal kita pacaran sampai menikah, semua saya cerita. Istri tahu dari A sampai Z."
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya yang Terlibat Insiden Perampokan
Pernyataan Rully menegaskan bahwa komunikasi antara keduanya seharusnya dapat dipercaya. Meskipun demikian, tim pengacara Boiyen menekankan bahwa mereka tidak ingin terlibat lebih dalam dalam isu hukum yang menimpa Rully.
Pengacara Boiyen juga menyatakan ketidakminatan mereka untuk mencampuri urusan hukum Rully, mereka lebih tertarik untuk menyelesaikan masalah perceraian tersebut tanpa tambahan masalah hukum burgerak.
Ketegangan yang muncul hanya menambah ketidakpastian dalam proses perceraian keduanya, di mana Rully juga mengindikasikan telah menceritakan semua kesulitan yang dihadapinya kepada Boiyen.
Komplikasi Hukum Dalam Perceraian
Proses perceraian mereka saat ini berlangsung di Pengadilan Agama Tigaraksa. Keberadaan laporan polisi menuduh Rully terlibat dalam penipuan investasi menjadi sorotan publik yang mengaburkan aspek hukum dari perceraian.
Kuasa hukum Boiyen menggarisbawahi bahwa mereka tidak akan berupaya terlibat dalam permasalahan hukum Rully, meskipun tuduhan penipuan investasi tersebut memberikan tekanan tambahan pada proses perceraian.
Kedua belah pihak mendapati diri mereka terjebak dalam masalah hukum yang mempersulit proses perpisahan mereka. Hubungan mereka, yang seharusnya diakhiri, justru seakan terjerat lebih dalam dengan berita buruk.
Situasi ini mengungkapkan bagaimana konflik pribadi dapat berkontribusi terhadap masalah hukum yang lebih rumit, yang berimplikasi pada kedua belah pihak.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Terbaru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: