Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 13:02 WIB

Tantangan Supremasi Hukum di Indonesia: Antara Teori dan Realita

Author

Tantangan Supremasi Hukum di Indonesia: Antara Teori dan Realita

Supremasi hukum merupakan pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengatur berbagai aspek dalam masyarakat. Namun, tantangan muncul ketika antara hukum tertulis dan praktik di lapangan tidak sejalan.

Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran

Penerapan hukum yang tidak merata memunculkan pertanyaan tentang keadilan dan integritas sistem hukum. Untuk memahami fenomena ini lebih dalam, kita perlu menggali implikasi terhadap masyarakat.

Memahami Supremasi Hukum

Supremasi hukum adalah prinsip yang menekankan kepatuhan dan penerapan hukum secara adil oleh individu dan lembaga. Dalam konteks Indonesia, hal ini diatur dalam UUD 1945 yang menegaskan pentingnya hukum sebagai pilar utama negara.

Hukum yang ditetapkan bertujuan memberikan kepastian hukum serta melindungi hak-hak warga negara. Oleh karena itu, penerapan supremasi hukum sangat krusial untuk menjaga ketertiban dan keadilan di masyarakat.

Baca juga: Tanggapan Kontroversial Gaji Anggota DPR yang Dinonaktifkan

Realita Praktik Hukum

Dalam praktiknya, sering terdapat ketidakcocokan antara hukum tertulis dan pelaksanaan di lapangan. Kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta diskriminasi dalam penegakan hukum menjadi masalah signifikan yang harus dihadapi.

Sebagai contoh, laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2021 menyatakan bahwa banyak pejabat publik terlibat dalam praktik korupsi meskipun hukum yang ketat diterapkan. Ini menunjukkan perlunya perubahan dalam budaya hukum di Indonesia.

Dampak Ketidakcocokan Hukum

Ketidakcocokan antara aturan hukum dan praktik di lapangan dapat menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi hukum. Rasa skeptis ini dapat menggerogoti pondasi sosial dan politik negara, serta melemahkan legitimasi pemerintah.

Selain itu, keadaan ini juga berdampak pada kesadaran hukum di masyarakat. Generasi muda yang tidak menyaksikan penegakan hukum yang adil berpotensi menciptakan siklus panjang ketidakadilan di masa depan.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Kulit: Apa yang Perlu Diketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU