Perseteruan antara dokter Samira Farahnaz, dikenal dengan sebutan Doktif, dan dokter Richard Lee memasuki babak signifikan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Baca juga: Aksi Nekat Pria Berjaket Ojol Mengguncang Stasiun Cikini
Dalam sidang kesimpulan praperadilan, Doktif optimis bahwa hakim akan menolak hak praperadilan yang diajukan Richard Lee, mencerminkan ketelitian penyidik dalam kasus ini.
Keyakinan Doktif Terhadap Kualitas Penyelidikan
Doktif hadir di sidang praperadilan dengan kepercayaan diri yang tinggi, menegaskan bahwa penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan pekerjaan dengan sangat rapi.
Ia berpendapat bahwa tidak ada celah bagi Richard Lee untuk menghindar dari jeratan hukum yang ada, terutama yang berkaitan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan UU Kesehatan.
"Jadi kali ini memang tidak ada celah. Berbeda dengan kasus pada saat melawan Karput (Kartika Putri)," kata Doktif menekankan keyakinannya.
Baca juga: Patung Superhero Anggota DPR Ahmad Sahroni Jadi Korban Penjarahan
Strategi Hukum Richard Lee Dinilai Mengulur Waktu
Ketidakhadiran Richard Lee dalam beberapa agenda persidangan dianggap sebagai strategi untuk menunda proses hukum yang sedang berlangsung.
"DRL dalam kondisi sehat tapi ini hanya buying time, hanya mengulur waktu saja. Karena beliau tahu kemungkinan besar 99,99999% beliau akan kalah," jelas Doktif, menyoroti masalah ini.
Doktif juga menyatakan bahwa ada potensi tinggi bagi Richard Lee untuk ditahan seiring dengan berlanjutnya proses hukum.
Fakta Saksi Ahli dan Optimisme Doktif
Doktif menunjukkan keyakinan yang kuat terkait kehadiran saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak kepolisian, yang sebelumnya pernah membela Richard Lee.
"Saksi ahli pidana yang dibawa oleh pihak PMJ (Polda Metro Jaya) itu adalah saksi ahli yang juga digunakan oleh DRL pada saat membela dia. Jadi ini kayak hukum karma ya," ungkapnya, merujuk pada situasi tersebut.
Menjelang putusan yang dijadwalkan pada hari Rabu, Doktif merasa tidak khawatir dan mempercayakan penilaian hakim untuk melihat bukti secara objektif.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: