Nyeri dada, sering diistilahkan sebagai 'angin duduk', dapat menjadi tanda awal serangan jantung yang serius. Spesialis jantung mengingatkan bahwa gejala ini membutuhkan perhatian medis segera untuk mencegah komplikasi fatal.
Baca juga: Kecerdasan Buatan: Inovasi Baru dalam Perawatan Keguguran
Masyarakat sering kali meremehkan gejala ini dan memilih metode pengobatan yang salah, yakni kerokan. Padahal, situasi ini dapat berakibat fatal jika perawatan yang tepat tidak segera dilakukan.
Pengertian dan Persepsi Masyarakat
Nyeri dada sering kali dianggap sepele di masyarakat, dengan sebutan 'masuk angin'. Menurut dr. Yislam Aljaidi, spesialis jantung, keluhan seperti sakit punggung dan keringat dingin juga sering kali dikaitkan dengan kondisi ini.
Namun, dr. Yislam menegaskan bahwa gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda awal serangan jantung yang memerlukan perhatian lebih. 'Karena keluhannya nyeri dada nggak nyaman, bisa menjalar ke bahu, bisa ke leher, ke punggung, ditambah seolah-olah mirip gejala 'masuk angin',' jelasnya.
Dampak Pemberian Penanganan yang Tidak Tepat
Bahaya dari keliru menangani gejala serangan jantung adalah hilangnya waktu yang sangat berharga. dr. Yislam menekankan pentingnya penanganan medis segera saat merasakan nyeri yang tidak nyaman.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak
'Makanya dianggap kayak 'angin duduk' karena pada saat itu dia dikerokin saja. Sementara jantung itu butuh waktu yang critical, cepat dibawa ke rumah sakit,' tegasnya.
Setiap detik yang terlewat ketika penanganan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko henti jantung, yang bisa berujung pada kematian mendadak.
Kerokan: Mitos atau Realitas?
Banyak individu merasa nyaman setelah dikerok, tetapi dr. Yislam menegaskan bahwa kerokan tidak menyelesaikan masalah penyumbatan jantung. Rasa nyaman tersebut lebih kepada sugesti daripada efek medis yang nyata.
'Kalau dikerok, pembuluh darah yang di dalam (jantung) tetap tersumbat. Kerokan itu cuma persepsi masing-masing orang dan sebenarnya sugesti saja,' ungkapnya.
Ia juga memperingatkan bahwa kerokan dapat berisiko memicu peradangan kulit atau infeksi, terutama jika alat yang digunakan tidak steril. Hal ini menunjukkan metode tersebut tidak direkomendasikan bagi mereka gejala serangan jantung.
Baca juga: Film KPop Demon Hunters Raih Kesuksesan di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: