Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 15:58 WIB

Presiden Prabowo Bahas Pengolahan Mikro Sampah Bersama Menteri di Istana

Author

Presiden Prabowo Bahas Pengolahan Mikro Sampah Bersama Menteri di Istana

Pada Kamis, 12 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta. Rapat ini menghadirkan sejumlah menteri untuk membahas isu pengolahan mikro sampah yang semakin mendesak.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting Dalam Meningkatkan Pengetahuan Finansial

Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjadi bagian dari diskusi yang mencakup berbagai solusi inovatif untuk pengelolaan sampah.

Agenda Utama dan Partisipasi dalam Rapat

Dalam rapat tersebut, pengolahan mikro sampah menjadi topik utama yang dibahas. Brian Yuliarto mendukung upaya ini dengan menyatakan, "Saya belum tahu nanti mungkin abis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin."

Selain itu, Brian juga menjelaskan ketidakpastian mengenai undangan, "Belum tahu juga katanya ada 7 orang yang diundang (ratas)." Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam solusi pengolahan sampah.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula yang Ingin Sehat

Penerapan Teknologi di Universitas dan Rencana Masa Depan

Teknologi pengolahan sampah skala kecil saat ini sedang diuji coba di berbagai universitas di Indonesia. "Sudah banyak. UGM, ITB, ITB baru akan mulai, Undip sudah, ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan," jelas Brian.

Ia menekankan bahwa target tahun ini adalah penerapan teknologi tersebut di setiap kelurahan. "Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus," imbuhnya, menunjukkan komitmen dalam mengurangi masalah sampah di lingkungan pendidikan.

Arahan Presiden Prabowo dan Fokus pada Implementasi

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus terkait percepatan teknologi pengolahan sampah mikro. Brian mengungkapkan, "Bapak Presiden memberikan arahan selain tentu waste to energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan."

Perbedaan antara program pengolahan sampah di tingkat kelurahan dan program waste to energy yang lainnya adalah teknologi yang dibuat bisa mengolah sampah menjadi pasir. Pasir ini bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti trotoar, memperlihatkan dampak positif di bidang lingkungan dan ekonomi.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman untuk Tidur Berkualitas Melalui Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU