Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 16:01 WIB

Tragedi Kehilangan James Van Der Beek: Pelajaran Berharga tentang Kanker Usus Besar

Author

Tragedi Kehilangan James Van Der Beek: Pelajaran Berharga tentang Kanker Usus Besar

James Van Der Beek, aktor ternama asal Amerika Serikat, meninggal dunia pada 11 Februari 2026 setelah berjuang melawan kanker usus besar stadium 3.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Istrinya, Kimberly Van Der Beek, mengumumkan kabar duka ini, yang memicu perhatian terhadap kanker kolorektal yang makin umum dan mematikan.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Dalam wawancaranya dengan People pada November 2024, Van Der Beek mengungkapkan bahwa perubahan kebiasaan buang air besar yang dialaminya sempat dianggap remeh.

WHO melaporkan bahwa kanker usus besar sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga sulit untuk diidentifikasi.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain adalah perubahan pola buang air besar, darah dalam tinja, nyeri perut yang berkelanjutan, serta penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

Menyadari gejala ini penting mengingat kanker kolorektal menjadi penyebab kematian kedua akibat kanker secara global.

Definisi dan Deteksi Kanker Usus Besar

Kanker usus besar merupakan penyakit yang berkembang dari polip jinak yang terdapat di lapisan dalam usus besar, yang bisa berpotensi berubah menjadi kanker dalam waktu sekitar 10 tahun jika tidak diangkat.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Cleveland Clinic menegaskan pentingnya tes skrining seperti kolonoskopi untuk mendeteksi polip sebelum berkembang menjadi kanker.

Deteksi dini melalui pemeriksaan ini bisa sangat meningkatkan peluang kesembuhan dan menurunkan angka kematian akibat kanker usus besar.

Oleh karena itu, skrining rutin dianjurkan terutama bagi individu yang berisiko.

Faktor Risiko dan Upaya Pencegahan

Faktor risiko kanker usus besar antara lain adalah usia di atas 50 tahun, riwayat keluarga yang memiliki kanker, serta pola makan yang tidak sehat.

WHO juga menyoroti bahwa obesitas, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko.

Untuk mengurangi kemungkinan terkena kanker kolorektal, WHO merekomendasikan pola makan sehat kaya serat, rutin berolahraga, serta melakukan skrining secara teratur.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, individu akan lebih mampu menjaga kesehatan dan mendeteksi kanker sejak dini.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU