Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa jumlah pasien yang memerlukan terapi cuci darah terus meningkat secara signifikan di Indonesia.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Setiap tahunnya, sekitar 60.000 pasien baru terdaftar untuk menjalani prosedur hemodialisis, membawa total pasien menjadi sekitar 200.000.
Peningkatan Pasien Cuci Darah di Indonesia
Dalam rapat bersama Pimpinan DPR pada 9 Februari 2026, Menkes Budi mengungkapkan, 'Jumlah pasien cuci darah di Indonesia, totalnya ada 200.000-an gitu ya, setiap tahunnya bertambah 60.000 yang baru, kemudian yang dari tahun sebelumnya ini ada sekitar 120.000-an ya.'
Kenyataan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal, yang jelas dapat menciptakan beban tambahan pada sistem kesehatan nasional.
Prosedur cuci darah bukanlah sebuah terapi ringan; pasien biasanya harus melakukannya dua hingga tiga kali dalam seminggu, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Menjaga Kebugaran di Rumah
Faktor-faktor Penyebab Gagal Ginjal
Menurut Guru Besar Bidang Urologi dan spesialis urologi konsultan, Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), diabetes adalah penyebab utama gagal ginjal di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 29 persen dari total kasus.
"Orang gagal ginjal di Indonesia 29 persen diabetes, 20 persen infeksi, 19 persen karena hipertensi," kata Prof Nur saat ditemui oleh detikcom.
Faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masalah kesehatan ini dapat dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat, yang belakangan ini semakin diabaikan.
Pencegahan Masalah Ginjal
Prof Nur menekankan pentingnya gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes dan hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama gagal ginjal. 'Biar nggak diabetes ya hidup sehat. Jangan gendur, jangan seneng manis, jangan makan karbohidrat berlebihan,' ucapnya.
Selain itu, ia juga menambahkan, 'Biar nggak hipertensi, jangan banyak makan garam, minum yang cukup. Biar nggak gendut ya olahraga teratur.'
Joshmendorong masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala infeksi yang tidak biasa. 'Kalau infeksi, begitu ada keluhan demam segala macam, datanglah ke dokter supaya diobatin dengan betul,' tutupnya.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: